Kondisi Perihatin 300 Warga Desa Genting Benteng Pasca Banjir

0
37

BengkuluKito.Com,- Penderitaan warga di Desa Genting, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) belum berakhir. Pasca banjir besar 16 hari lalu, 300 warga yang berasal dari 107 Kepala Keluarga (KK) masih menginap di tenda pengungsian, warga terpaksa menginap di tenda darurat yang terletak di perkebunan sawit dengan posisi lebih tinggi dari atas pemukiman warga.

Dalam kondisi saat ini, warga terpaksa hidup dalam kondisi seadanya, bahkan untuk makan warga mendapatkan dari bantuan Pemerintah Daerah Bengkulu Tengah serta relawan dari berbagai daerah.

Baik itu dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu dan bahkan dari luar daerah dan tak hanya itu, warga juga mengalami kesulitan ketika hendak buang air besar (BAB).

Betapa tidak, tenda pengungsian yang telah berdiri tak dilengkapi dengan fasilitas berupa WC umum, dengan kondisi yang memprihatinkan seperti saat ini menimbulkan rasa peduli dari berbagai kalangan.

Salah satunya adalah bantuan dari komuonitas nasional, Wahana Muda Indonesia (WMI), dengan 10 orang personelnya, WMI secara swadaya membangun WC yang lebih nyaman dan representatif.

Kata Koordinator WMI, Ranu Sugianto, kami sudah 3 hari disini dan hasil pantauan kami, warga terpaksa BAB di sungai atau bahkan secara sembarangan di kebun sawit.

“Prihatin akan hal itu, kami berinisiatif membangun WC dan Insya Allah, WC yang kamu bangun sudah bisa dipakai besok,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadun) III Desa Genting, Ludin mengungkapkan, semua warga terpaksa mengungsi lantaran masih dihantui rasa cemas akan bencama susulan.

“Informasi yang kami peroleh, hujan masih akan terjadi sehingga kami takut, hujan deras saat malam hari kembali membuat rumah kami tergenang air dan membuat warga kalang kabut,” ungkap Ludin.

Ditambahkan Ludin, secara keseluruhan tak ada korban jiwa akibat bencana, hanya saja seluruh rumah warga, fasilitas pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum dipenuhi lumpur.

Pantauan BengkuluKito.Com, Selasa (14/5/2019), sebagian rumah warga memang sudah dibersihkan dari lumpur yang masuk kedalam rumah. Hanya saja, sebagian lagi masih dipenuhi lumpur yang sudah mulai mengeras dan sulit dibersihkan.

“Secara keseluruhan, ada 8 rumah warga rusak berat dan roboh dan semuanya rumah panggung,” ucap Ludin.

Sementara itu, wacana Pemerintah Daerah Bengkulu Tengah untuk merelokasi pemukiman warga ke lokasi yang lebih aman masih belum final.

Dikatakan Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu Tengah, Edi Hermansyah, terkait hal tersebut masih dalam pembahasan.

“Yang jelas, kita akan gelar pertemuan dengan warga, warga setuju atau tidak,” ucapnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bengkulu Tengah, Hendri Donal mengatakan, usulan relokasi sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR RI.

“Anggaran relokasi pembangunan rumah warga yang terkena bencana selalu standby dan ketika mendapat persetujuan warga, barulah dana pusat dikucur,” tandasnya. (RC)

Leave a Reply