Dituntut 4 Tahun, Warga Kepahiang Jadi Korban UU P3H

0
230

BengkuluKito.Com,– Terdakwa, Hermanto Bin Nusirwan (43), warga Desa Tebat Monok Kabupaten Kepahiang dituntut 4 tahun penjara dan denda 1,5 Miliar subsider 6 bulan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kepahiang.

Kata Penasehat Hukum Terdakwa, Firnandes Maurisya, Rabu (15/5/2019), Hermanto menjadi korban atas kesewenang-wenangan aparat Penegak hukum dalam menerapkan Undang – Undang P3H terhadap diri terdakwa.

Terdakwa Hermanto dituduh menebang pohon di kawasan hutan lindung bukit daun register 5 di jalan lintas Bengkulu Kepahiang.

“Iya terdakwa didakwa dengan Undang-Undang P3H (Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan) dan dituntut selama 4 tahun,” ucap Firnandes.

Menurut Firnandes, aparat penegak hukum keliru menggunakan Undang-Undang P3H kepada Terdakwa Hermanto, karena filosofisnya Undang-Undang tersebut lahir untuk memberantas perusakan dan penebangan hutan yang terorganisir atau koorporasi.

“Undang-Undang ini secara filosofis diperuntukkan bagi pelaku perusakan hutan yang berskala besar, terorganisir dan lintas negara,” ungkapnya.

Hal ini dapat dilihat, lanjut Firnandes, pada dasar menimbang, kemudian penjelasan Undang-Undang dan dalam ketentuan Umumnya.

Lebih lanjut, Penasehat Hukum Terdakwa mengatakan akan mengajukan Nota Pembelaan dan menyiapkan argumen hukum sebagaimana tuntutan Penuntut Umum.

Untuk diketahui, Terdakwa Hermanto didakwa dengan Undang-Undang P3H karena dianggap telah menebang satu batang pohon di pinggir Kawasan Hutan Lindung Bukit Daun Reg. 5 yang berbatasan dengan jalan lintas Bengkulu Kepahiang serta Terdakwadiajukan dengan barang bukti berupa tunggul kayu mati sepanjang 30 cm. (RC)

Leave a Reply