Total Sudah 37.700 Uang Nasabah BPRS Safir Dicairkan LPS

0
78

BengkuluKito.Com,- Total sampai dengan sekarang sudah 37.700 uang nasabah BPRS Safir Bengkulu yang telah dicairkan melalui dengan rincian pembayarab tahap I sebanyak 34.900 dan tahap II sebanyak 2.800 serta masih tersisa sebanyak 12.300 rekening yang belum dicairkan dan masih menunggu proses pencairan.

Kata Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho, Senin (1/4/2019) hingga saat ini LPS sudah hampir 80 persen mencairkan uang milik nasabah BPRS Safir Bengkulu. Dimana sudah 37.700 rekening dan 50 ribuan lebih rekening eks nasabah yang uangnya sudah dikembalikan. Pengembalian dana nasabah tersebut dilakukan LPS pasca dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tanggal 30 Januari 2019 lalu.

”Sekitar 37.700 rekening yang sudah kita verifikasi dan selesaikan pembayarannnya dan hal tersebut termasuk cepat serta itu semua berkat kerja keras kita semua,” katanya.

Lebih lanjut Samsu Adi Nugroho menerangkan, bagi nasabah yang masuk dalam pembayaran tahap I dan II untuk dapat menyiapkan persyaratan yang diperlukan sebelumnya dalam pengumuman status simpanan karena nasabah diminta untuk memastikan penulisan nama dan alamat sesuai di KTP serta mencatat nomor kode nasabah atau CIF (customer information file agar memperlancar proses pembayaran.

“Dalam persyaratan pembayaran kita telah menunjuk bank pembayar untuk mencairkan dana nasabah BPRS Safir yakni BRI cabang Bengkulu, BRI cabang Manna, BRI cabang Curup, dan BRI Capem Ketahun,” terang Samsu Adi Nugroho.

Selain itu, untuk pencairannya para nasabah agar menyiapkan beberapa dokumen yang dibutuhkan yakni asli dan copy bukti identitas diri (KTP atau SIM atau Paspor) serta untuk nasabah berbentuk organisasi atau perusahaan untuk menyiapkan asli dan copy bukti kepemilikan simpanan (buku tabungan atau bilyet deposito),asli dan copy anggaran dasar serta susunan pengurus.

“Kemudian dokumen atau data lainnya yang mungkin diperlukan bank pembayar, sebagai dokumen atau data pendukung pembayaran, nomor rekening tujuan transferdan syarat lain yang diperlukan,” jelas Samsu Adi Nugroho

Ditambahkan Samsu Adi Nugroho juga, para nasabah tidak perlu tergesa-gesa dalam mencairkan dana simpanannya karena masih akan dilayani pencairannya hingga 5 tahun ke depan sejak bank dicabut izin usahanya.

“Demi keamanan dan kenyamanan maka dihimbau untuk menghindari pencairan dalam bentuk uang tunai karena dana dapat dipindahkan melalui transfer atau pembukaan rekening di BRI,” jelasnya.

Selain itu juga, bagi nasabah yang belum masuk dalam pembayaran tahap I dan II, dapat menunggu pengumuman tahap berikutnya, lantaran tim LPS terus bekerja keras untuk menyelesaikan verifikasi data nasabah BPRS Safir.

“Sesuai Undang-Undang kita berkomitmen untuk menyelesaikan pembayaran nasabah bank yang dicabut izin usahanya maksimal 90 hari kerja sejak tanggal bank dicabut izin usahanya,” tandasnya.

Kemudian, pihaknya juga mengimbau kepada nasabah untuk tidak terpancing atau terprovokasi oleh pihak-pihak yang mengaku dapat mengurus dan mempercepat proses pembayaran simpanan tersebut di atas.

“Nasabah yang belum dicairkan harus tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi karena nanti seluruhnya akan dibayarkan,” tutupnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here