Ini Jawaban Pihak RS. Tiara Sella Terkait Putusnya Kontrak BPJS

0
303

BengkuluKito.Com,- Rumah Sakit Tiara Sella Bengkulu menjawab banyak tudingan pemberitaan terkait berakhirnya atau putus kontak kerja sama antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan Rumah Sakit Tiara Sella.

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Tiara Sella, dr. Syella Ania, Senin (1/4/2019) putusnya kontrak bukan karena permasalahan akreditasi rumah sakit yang berada di kawasan Jalan S. Parman tersebut.

“Kita memang membenarkan per tanggal 1 April 2019 Rumah Sakit Tiara Sella untuk sementara waktu tidak dapat melayani peserta JKN dan KIS,” katanya.

Selain itu juga, berakhirnya kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit Tiara Sella Karena memang kerja sama itu berakhir pada 31 Maret 2019 dan belum diperpanjang secara sepihak oleh BPJS Kesehatan.

Sementara untuk masalah akreditasi perlu ditekankan dan diketahui, Rumah Sakit Tiara Sella yang dirikan dokter spesialis kandungan, dr Zayadi ini telah terakreditasi KARS pada 2016.

Saat ini sedang dalam proses mempertahankan akreditasi dan telah melakukan bimbingan dan simulasi akreditasi. Dijadwalkan survey akreditasi dilaksanakan pada 23 Mei 2019.

“Kami sangat menyayangkan berita yang terlanjur tersebar di masyarakat, bahwa pemutusan kontrak itu karena masalah akreditasi dan untuk Akreditasi Insya Allah Rumah Sakit Tiara Sella tidak ada masalahnya dan Rumah Sakit Tiara Sella juga tidak pernah memutuskan kontrak dengan BPJS Kesehatan,” ungkap dr. Syella Ania.

Perlu digaris bawahi, lanjut dr. Syella Ania, Rumah Sakit Tiara Sella selalu mendukung dan berkomitmen penuh terhadap program pemerintahan khususnya JKN dan KIS dan hingga saat ini Rumah Sakit Tiara Sella selalu berupaya memberikan pelayanan dan fasilitas medis terbaik untuk masyarakat Provinsi Bengkulu, baik pasien umum ataupun JKN/KIS.

“Kami selalu mendukung apapun program pemerintah terkait dengan pelayanan kesehatan dan kami selalu memberikan pelayanan yang terbaik,” jelasnya.

Lebih lanjut dr Syella Ania menerangkan, komitmen untuk pelayanan medis yang lebih baik telah RSTS wujudkan dengan investasi bangunan sentral medis baru yang akan dapat digunakan pada akhir April 2019, dengan fasilitas baru diantaranya, empat ruang operasi sesuai standar permenkes 24 tahun 2016, ruang pelayanan cuci darah/hemodialisa, area poliklinik dan perawatan rawat inap untuk semua kelas perawatan sesuai permenkes 24 tahun 2016, NICU, Perinatologi dan kamar bersalin, ruang steril CSSD, serta area parkir yang lebih luas dan dapat menampung hingga 100 mobil dan 300 motor.

Karena itu, Rumah Sakit Tiara Sella sangat menyayangkan tidak diperpanjangnya kerja sama antara Rumah Sakit Tiara Sella dan BPJS Kesehatan secara mendadak disaat Rumah Sakit Tiara Sella meresmikan bagunan sentral medis baru yang telah RSTS persiapkan untuk melayani pasien umum dan tentunya juga untuk peserta JKN atau KIS.

Hingga saat ini, Rumah Sakit Tiara Sella tetap beroperasi secara normal dan siap menerima pasien umum dan asuransi lainnya dan terkait alasan BPJS tidak melanjutkan kerjasama, RSTS tidak berwenang untuk menjawab karena dapat dikonfirmasikan langsung kepada BPJS Kesehatan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat tercapai solusi terbaik untuk kita semua,” tutup dr. Syella. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here