Polres Kaur Amankan Dua Pria Penyuka Sesama Jenis

0
94

BengkuluKito.Com- Permasalahan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) atau pencinta sesama jenis di Kabupaten Kaur harus menjadi perhatian serius. Sebab, kemarin malam (26/3/2019), jajaran Satreskrim Polres Kaur yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Kaur Iptu Welliwanto Malau SIK MH dan Kanit Pidum Ipda Risqi Dwi Cahya beserta anggotanya, kembali mengamankan dua pria penyuka sesama jenis dengan korban yang masih dibawah umur.

Kata Kanit Pidum, Ipda Risqi Dwi Cahya membenarkan adanya penangkapan terhadap dua tersangka LGBT, Rabu (27/3/2019).

“Ya untuk tadi malam (kemarin) kita berhasil mengamankan dua tersangka LGBT di rumahnya masing-masing,” katanya.

Ditambahkan Kanit, kedua tersangka LGBT yang baru diamankan itu yakni RO alias Dewi (31) warga Desa Muara Tetap Kecamatan Tetap dan RI alias Caca (27) warga Desa Sedaya Baru Kecamatan Kaur Selatan.

Keduanya diciduk polisi Senin (25/3) sekira pukul 21.30 WIB. Mereka diamankan lantaran diduga melakukan tindak pencabulan terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Sub Pasal 292 KUHPidana.

“Untuk korbannya salah satu warga Desa Jawi Kecamatan Kinal lokasinya di Jembatan Gantung Desa Jawi Kecamatan Kinal, dan untuk dua tersangka sudah kita tahan, dan korban masih dalam pemeriksaan kita. Untuk total tersangka LGBT ini sudah empat orang,”jelasnya.

Selanjutnya, dua tersangka itu diamankan berkat laporan dari warga dimana berdasarkan laporan itu, pada 28 Februari yang lalu sekira pukul 01.00 WIB, pelapor bersama dua tersangka dan korban kumpul bersama di dekat jembatan gantung Desa Jawi.

Saat itu, lanjut Risqi Dwi Cahya, pelapor sedang asyik bermain game dan melihat AR alias Caca mencium dan memeluk korban berinsial Ga (17) dan diketahui pula pengakuan pelapor ini berkat nyanyian tersangka yang sudah diamankan sebelumnya oleh Polsek Kaur Tengah.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kabupaten Kaur, Iptu Welliwanto Malau mengatakan, hasil dari pengembangan itu kita mengamankan AR alias Caca dan juga Ro alias Dewi.

“Keterangan korban keduanya sudah berapa kali mencabuli korban,”ucapnya.

Untuk RO alias Dewi diamankan pada Senin (25/3/2019) sekitar pukul 21.30 WIB di depan kantor BPJS Kabupaten Kaur Desa Suka Bandung Kecamatan Kaur Selatan dan tersangka RI alias Caca diamankan di malam yang sama yakni pukul 22.00 WIB. dirumahnya di Desa Sedaya Baru Kecamatan Kaur Selatan.

Saat ini kedua tersangka mengakui perbuatannya dan juga mengakui memberikan imbalan kepada korban dan tersangka sudah berapa kali berhubungan dengan korban selain mencium dan memeluk, juga melakukan perbuatan lain dengan mencabuli korban.

“Kami menyesal pak, tapi kami tidak pernah memaksa, dan kami melakukan itu karena sama suka dan hanya ciuman bibir saja,”singkat tersangka Caca.

Selain itu, korban TO (18) saat dimintai keterangan mengaku sudah dicabuli hingga tiga kali dan pemuda yang baru saja tamat SMA ini juga mengaku menyesali perbuatannya dan mengaku tak mengetahui kalau perbuatannya itu dapat menyeretnya hingga ke kantor polisi.

“Saya malu dan menyesal. Selama ini setelah dibegitukan saya dikasih uang untuk beli rokok dan minyak motor,”imbuhnya.

Di lain sisi, Ketua MUI Kaur H. Wahyu Datsi ketika dimintai keterangan soal maraknya LGBT atau perilaku menyimpang tersebut sangat merasa sangat prihatin, karena perilaku LGBT merupakan sebuah tindakan yang terlarang untuk ditiru.

Selain itu, lanjut H. Wahyu Datsi, bukan tidak mungkin, apabila LGBT berkembang, maka akan timbul azab dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Allah sudah menciptakan berpasang-pasangan dan perbuatan LGBT ini tentu perbuatan haram serta dengan maraknya LGBT ini saya minta sesama orang Islam agar bisa mensosialisasikan perbuatan haram ini agar tidak lagi berkembang di Kaur,”tutupnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here