Kapal Dibakar, Nelayan Pulau Baai Lapor Ke Polda

0
57

BengkuluKito.Com,- Terkait dengan kericuhan yang terjadi antara nelayan Pulau Baai dan nelayan Malabero, yang tergabung dalam aliansi nelayan tradisional Bengkulu beberapa hari lalu, berbuntut ke ranah hukum.

Pasalnya, nelayan Pulai Baai yang menjadi korban pembakaran 2 unit kapal itu tak terima atas aksi pembakaran itu dan segera melaporkan kasus itu ke Polda Bengkulu.

Pembakaran itu terjadi ketika aliansi nelayan tradisional Bengkulu, mendapati kapal tersebut beroperasi menggunakan jaring trawl.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Bengkulu, Kombes Pol, Ahmad Tarmizi mengatakan, memang kasus ini telah diambil alih Polda Bengkulu dan sudah ada 5 nelayan pengguna trawl yang diamankan.

“Ya, sementara masih diperiksa dan diamankan serta masih kita proses ya sementara itu,”katanya. Sabtu (16/3/2019).

Sementara itu, Perwakilan Nelayan Pulau Baai, Ali Sukri Simatupang, ada sekitar 10 orang kerabat nelayan yang diamankan, mendatangi Polda Bengkulu untuk melaporkan kasus itu dan meminta teman seperjuangan mereka dipulangkan.

Terlihat, mereka merasa kasihan dengan keluarga teman mereka yang ditahan karena merupakan kepala keluarga yang menafkahi istri dan anak mereka.

Selain itu, kami juga menuntut agar pelaku tindakan pembakaran kapal juga diproses secara hukum, bertindak anarkis dan dinilai main hakim sendiri, karena kapal yang dibakar itu merupakan alat mereka mencari nafkah bagi keluarga mereka.

“Ya kita minta kepolisian menangkap para oknum yang semena-mena membakar kapal teman kami dan seenaknya saja main bakar, emangnya kapal itu murah apa,”tandasnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here