10 Persen Dari 16 Titik Traffic Light Kota Bengkulu Rusak

0
101

BengkuluKito.Com,- Saat ini persoalan yang harus segera diatasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu yakni sekitar 10 persen dari 16 titik traffic light atau lampu lalu lintas di Kota Bengkulu dalam kondisi rusak.

Salah satu cara yang harus dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Bengkulu dengan pergantian baru untuk beberapa titik yang mengalami rusak parah.

Saat dikonfirmasi melalui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu, Bardin, mengatakan bahwa saat ini Dishub Kota lagi mengajukan dana bantuan ke Pemerintah Pusat sebesar Rp 5 miliar.

“Kita mengajukan bantuan ke Kementerian Perhubungan untuk pergantian lampu lalu lintas yang rusak,”katanya. Senin (11/3/2019).

Sementara itu, dalam APBD Kota Bengkulu 2019 ini tidak dianggarkan untuk lampu lalu lintas karena semua program mengandalkan dana pinjaman dari PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur).

Hanya saja, sambung Bardin, dana pinjaman tersebut dikhususkan untuk program Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang diajukan sebesar Rp 70 miliar karena, menginggat LPJU tersebut juga skala prioritas dalam mewujudkan program Bengkulu terang.

Sehingga, lanjut Bardin, pihaknya dengan demikian harus melakukan upaya lain dengan mengusulkan dana bantuan pusat.

“Tahun ini tidak ada anggaran untuk lampu lalu lintas dan yang ada untuk LPJU sekitar RP. 70 Milyar serta rencananya dana bantuan itu untuk pemasangan 5 titik lampu lalu lintas,” ungkapnya.

Untuk 5 titik persimpangan jalan dalam Kota yang akan dipasang nantinya seperti simpang Bumi Ayu, simpang Nakau, simpang Pulau Baai, dan simpang Air Sebakul.

Ditambahkan Bardin juga, kondisi kerusakan tersebut seperti halnya lampu sering nyala secara bersamaan sehingga kendaraan yang seharusnya berhenti justru tetap jalan, hal ini membuat kemacetan yang bisa berisiko terhadap kecelakaan lalu lintas.

Nantinya kedepan, traffic light akan dibuat dengan sistem Area Traffic Control System (ATCS) yang merupakan sistem pengendalian lalu lintas dengan menyelaraskan waktu lampu merah pada jaringan jalan raya yang menyesuaikan dengan parameter jumlah kendaraan dan waktu tempuh kendaraan.

”Sistem ATCS ini dapat dikendalikan langsung dari ruang monitoring di kantor Dishub,”tutupnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here