Aan Julianda: Prihatin Atas Tindakan Oknum Guru Bagikan Kalender di SD Kepahiang

0
394

BengkuluKito.Com, – Salah satu praktisi hukum yang juga putra asli daerah Kepahiang, Aan Julianda, ikut prihatin dan sangat menyayangkan atas kejadian dua orang oknum guru di SDN 6 Kabupaten Kepahiang berinisial B dan Z, yang membagikan kalender salah satu Caleg DPR RI di ruang pendidikan, terlebih kepada para muridnya.

Dirinya juga mempertanyakan, apakah ada yang memerintahkan kepada oknum guru untuk membagikan kalender tersebut.

Kata Aan, ia sangat menyesalkan atas kejadian ini, dan tentu perlu di tindaklanjuti dari mana oknum guru itu mendapatkan Alat Peraga Kampanye tersebut.

“Perlu diselidiki, apakah oknum guru tersebut masuk dalam tim kampanye caleg DPR RI atau tidak? dan apakah ada perintah atau suruhan dari caleg atau tim untuk membagikan APK itu?,” ungkapnya, Kamis (24/1/2019).

Aan menambahkan, dirinya mengapresiasi kinerja Bawaslu Kepahiang yang langsung tanggap mengenai kejadian ini, dan mendukung Bawaslu untuk menegakkan aturan dalam pemilu ini.

“Harapan kita, untuk para ASN agar netral seperti apa yang diamanatkan di dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2014, UU nomor 10 tahun 2016, PP 53 tahun 2010, PP 42 tahun 2004, dan Surat MenPANRB,” terangnya.

Selain sanksi administratif, sambung Aan, persoalan ini juga bisa berakibat sanksi pidana seperti yang diatur dalam Pasal 282 dan Pasal 283 ayat 1 dan 2, serta Pasal 494 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Kepada para caleg ini menjadi pembelajaran, jangan pernah sekalipun mengorbankan ASN untuk kepentingan politik,” imbaunya.

Terhimpun, kejadian ini berawal ketika salah satu wali murid SDN 6 melaporkan ke Bawaslu Kepahiang atas tindakan dua orang oknum guru yang membagi-bagikan kalender Caleg DPR RI, Dewi Coryati, pada 12 Januari lalu. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here