Lagi, Terdakwa Korupsi Raperda Air Limbah Kembalikan Kerugian Negara

0
117

BengkuluKito.Com, – Azwar Alfian, terdakwa utama dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan Raperda Air Limbah Kabupaten Bengkulu Utara (BU) 2017 yang merugikan negara senilai Rp. 415 juta, yang bersumber dari APBN akhirnya mengembalikan Kerugian Negara (KN) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, sebesar Rp. 144 Juta.

Sebelumnya, Rabu (9/1/2019) lalu, terdakwa telah mengembalikan KN sebesar Rp. 200 juta. Sedangkan terdakwa lainnya yakni Adi Arghahposa selaku pemodal PT SKA mengembalikan KN sebesar Rp. 71 juta, sehingga total keseluruhan yang sudah dikembalikan menjadi Rp. 415 Juta.

Kata Kuasa Hukum terdakwa Azwar, Topan, pihaknya sudah beritikad baik dengan menyerahkan secara keseluruhan kerugian negara yang disebutkan dalam dakwaan, meskipun masih dalam proses menunggu putusan pengadilan.

“Kita berharap, klien kita nantinya mendapatkan putusan yang seadil-adilnya,” ujarnya, usai mengembalikan sisa KN dalam kasus tersebut, Rabu (23/1/2019).

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bengkulu, Oktalian Darmawan menyebutkan pengembalian tersebut nantinya akan menjadi pertimbangan bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab, para terdakwa sudah ada itikad baik untuk mengembalikan keseluruhan KN.

“Seperti kita ketahui, pengembalian ini merupakan pengembalian terakhir dari kerugian negara senilai Rp. 415 juta, dan ini nantinya akan menjadi pertimbangan bagi JPU saat penuntutan para terdakwa,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus tersebut berawal dari Pelelangan Air Limbah yang dimenangkan PT SKA. Kemudian, dalam pelaksanaannya ternyata tidak dikerjakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PSPLP) Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here