Bebas Bersyarat, Kejari Bengkulu Lakukan pengawasan Terhadap Terpidana Teroris

0
142

Bengkulukito.Com– Masih ingat kasus Muhamammad Amin Mude, terpidana kasus terorisme yang ditangkap Densus 88 pada Maret 2015 dan divonis 5 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, pada November 2015 lalu.

Muhammad Amin Mude alias Abu Ahmad alias Amin Bin Mude ini terbukti mendanai dan memfalisitasi orang-orang yang akan pergi ke Timur Tengah untuk bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Saat itu terpidana ditahan di Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) di Pulau Jawa. Namun, pada Senin (9/5/2016) lalu, terpidana dilimpahkah Kejaksaan Agung ke Lapas II A Bentiring Bengkulu untuk menjalani sisa hukuman.

Sementara itu, Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI Nomor M.HH-42.PK.01.04.05 Tahun 2018 tertanggal 15 Agustus 2018, Muhammad Amin Mude akhirnya dibebaskan secara Bersyarat. Pembebasan Bersyarat (PB) warga binaan Lapas kelas II A Bengkulu tersebut ditandai dengan serah terima terpidana kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu untuk dilakukan pengawasan hingga tahun 2020 nantinya berdasarkan berita acara serah terima Nomor w8.PAS1.PK.05.06-.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu, Emilwan mengatakan, benar pihaknya telah menerima pelimpahan terpidana kasus tindak pidana teroris untuk dilakukan tindakan pengawasan oleh pihak jaksa sampai 2020 nanti.

“diharapkan selama proses pengawasan ini tidak melakukan hal-hal yang merugikan yang bersangkutan apalagi mengulangi tindak pidana, karena itu konsekuensinya adalah pidana bersyarat dia akan dicabut sehingga harus menjalani full hukuman itu,”ujarnya Senin (14/1/2019).

Maka dari itu, sambung Emilwan, pihak jaksa juga sudah melakukan wawancara terhadap terpidana yang didampingi para pihak Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Bengkulu dengan harapan terpidana tidak mengulangi lagi.

” sehingga yang bersangkutan bisa menjadi masyarakat seperti biasa yang taat dengan aturan,”jelasnya (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here