Plt Ketua PWI Provinsi: Sejatinya Wartawan Bekerja Sebagai Kontrol Sosial

0
95

BengkuluKito.Com, – Mahmud Yunus, salah satu wartawan media online, BengkuluKito.Com, yang menjadi korban dugaan perbuatan tidak menyenangkan dan intimidasi yang dilakukan oknum ASN di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, akhirnya resmi melaporkan permasalahan tersebut ke pihak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu.

Kata Pelaksana tugas (Plt) Ketua PWI Provinsi Bengkulu, Syahyarudin, sejatinya wartawan bekerja sebagai kontrol sosial. Apa yang ditulis dan disebarluaskan sangat berpengaruh bagi seseorang, instansi dan lainnya, maka sikap maupun perlakuan terhadap wartawan harus dijaga.

Menurutnya, seorang wartawan tidak bisa di ancam karena semua yang dikerjakan wartawan saat sedang bertugas ada aturannya, serta dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Wartawan itu nggak bisa diancam-ancam, dimana mereka bertugas itu dilindungi oleh undang-undang, ada aturannya. Jadi nggak bisa (siapapun) mengancam-ngancam,” tegasnya, Selasa (8/1/2019).

Selain mengancam, sambung Syahyarudin, satu hal lagi yang sangat berbahaya dilakukan seseorang terhadap wartawan yakni melarang seorang wartawan melakukan tugasnya.

“Tidak bisa wartawan itu mendapatkan kata-kata yang kasar apalagi dengan kekerasan, karena wartawan bertugas menghimpun suatu informasi yang akan disampaikan kepada khalayak luas dengan dilindungi oleh undang-undang,” jelasnya.

Syahyarudin menuturkan, jika memang nantinya laporan yang diserahkan oleh wartawan tersebut terbukti, pihak PWI Provinsi Bengkulu akan segera menuntaskan persoalan ini.

“Saya mengharapkan persoalan ini segera kita tuntaskan, dan mohon atasannya kalau memang bawahannya terbukti ya tolong ditegur, dikasi sanksi, supaya dia tahu posisi sebagai pegawai (ASN) dan juga tahu posisi ketika seorang wartawan sedang melaksanakan tugas,” imbuhnya.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, Plt Ketua PWI Provinsi Bengkulu sekaligus Dosen Komunikasi Fisip Unib ini menyarankan untuk mengadakan mediasi terlebih dahulu, karena sejatinya manusia pasti ada melakukan kekhilafan.

“Nanti kita mediasi dulu dengan pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, dengan pimpinannya. Saya kira dengan mediasi jadi lebih baik, jadi tidak ada lagi rasa dendam antara wartawan dengan pihak Dinas Kesehatan, supaya bisa sama-sama nyaman dalam bekerja,” pungkasnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here