Pasca Banjir, Wawali Resmikan Taman Pusat Budaya Tanjung Agung

0
84

BengkuluKito.Com,- Pasca Banjir di Tanjung Agung dan Tanjung Jaya yang melanda Kota Bengkulu beberapa waktu lalu, akhirnya Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi resmikan Taman Pusat Budaya Tanjung Agung. Peresmian ditandai dengan pemecahan kendi di depan plank taman tersebut.

“Taman Pusat Budaya ini bisa melestarikan kebudayaan yang masih sangat kental tersebut,” kata Dedy. Kamis, (3/1/2019).

Ditambahkannya juga, untuk pengelolaan taman ini akan diserahkan ke masyarakat setempat. Bisa diserahkan kepada Karang Taruna, Risma atau LPM yang ada di daerah ini.

“Silahkan masyarakat setempat mengelolanya tapi jangan gaduh nanti serta harus dijaga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan pada tahun 2019 ini akan dikucurkan dana kelurahan agar nantinya kelurahan setempat bisa mengalokasikan pembangunan taman tersebut agar lebih cantik.

“Tolong taman ini dirawat, jualan nanti jangan di dalam tapi di luar serta boleh nanti belajar sama LPM yang ada di Berkas,” jelasnya.

Kalau ini dirawat dengan baik, lanjut Dedy, maka roda ekonomi masyarakat juga bisa berputar lebih baik.

Kedepannya juga Dedy berharap taman pusat budaya ini bisa mempertahankan dan melestarikan kebudayaan di Kota Bengkulu seperti di Tanjung Agung ini, kebudayaan Lembak masih sangat kental.

“Komitmen Helmi-Dedy, kami ingin kesejahteraan masyarakat naik dengan pembangunan taman-taman seperti ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bapelitbang Kota Bengkulu Riduan menyampaikan pusat budaya ini merupakan program kota pusaka. Artinya, pembangunan tersebut adalah bagian komitmen pemerintah dalam pembangunan kota pusaka di daerah ini.

“Untuk mengikuti program ini ada beberapa tahapan yaitu pengajuan proposal sampai pembangunan teknis dan replikasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan ada dua kawasan kota pusaka di Bengkulu. Yakni di kawasan Kampung Cina dan Tanjung Agung.

“Dulunya pusat budaya Tanjung Agung ini adalah eks SDN 64 Kota Bengkulu yang tidak dipakai lagi,” kata dia.

Untuk diketahui, pusat taman budaya ini dibangun dengan anggaran Rp64 miliar. Anggaran ini dialokasikan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR.

Diagendakan pada akhir Januari ini akan diserahkan langsung ke Kota Bengkulu oleh Kementrian PUPR. Nantinya, taman ini akan menjadi pusat kegiatan kesenian dan kebudayaan masyarakat. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here