Ungkit Kasus Novel Baswedan, Pencuri Sarang Walet Datangi Kejati Bengkulu

0
213

BengkuluKito.Com, – Masih ingat kasus pencurian sarang burung walet yang menyeret nama salah satu penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang saat itu menjabat Kasatreskrim Polres Kota Bengkulu tahun 2004 lalu. Saat itu, satu dari enam orang pencuri tertembak dibagian kaki dan infeksi akhirnya meninggal dunia.

Dugaan kasus tersebut bermula dari penangkapan Irwansyah beserta lima orang lainnya. Diduga terjadi perlawanan dari para pelaku hingga Novel Baswedan beserta anak buahnya memberi peringatan dengan penembakan.

Dari penembakan yang mengakibatkan meninggalnya salah satu pelaku tersebut, Novel Baswedan sempat menjalani pemeriksaan etik di Mapolres dan Mapolda Bengkulu. Dirinya hanya dikenai sanksi dan masih menjabat sebagai Kasatreskrim.

Data terhimpun, Novel Baswedan pernah dilaporkan ke Mabes Polri pada tahun 2015 silam. Lalu, kasus Novel di sidik Mabes Polri dan dinyatakan P21 . Kemudian, setelah di Kejaksaan Negeri Bengkulu, Jaksa lalu membuat dakwaan dan sudah di daftarkan untuk di sidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Massa Demo Kejati Bengkulu tuntut Kasus Novel dibuka kembali

Namun, saat itu jaksa meminta berkas perbaikan dakwaan yang pada akhirnya jaksa menghentikan penuntutan perkara tersebut.

Kasus Novel ini sendiri telah dihentikan di tingkat kejaksaan karena dianggap tidak terbukti sesuai dalam Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Nomor B 03/N.7.10/Eo.1/02/2016 yang ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu.

Atas dasar itulah, Jum’at (28/12/2018), dua orang korban sekaligus pelaku saat itu, Irwansyah Siregar dan Dedi bersama Forum rakyat Bengkulu untuk Keadilan (FRBB) mendatangi Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

Menurut Irwansyah, kedatangan mereka
meminta Kejaksaan Agung bertanggung jawab atas penghentian penanganan perkara yang melibatkan Novel Baswedan. Perkara tersebut terjadi di Bengkulu, dan melibatkan warga Bengkulu.

“Apa yang dilakukan Kejagung terhadap kasus tersebut adalah bentuk penghianatan atas rasa keadilan bagi warga Bengkulu dan seluruh warga negara Indonesia. Kami mengharapkan, kasus tersebut harus diselesaikan dengan tuntas,” ujarnya.

Masih menurut Irwansyah, Kejaksaan Agung harus mencabut surat pemberhentian penuntutan kasus Novel Baswedan dan melanjutkan proses penuntutan kemuka persidangan di Pengadilan Negeri Bengkulu sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Kami meminta Pengadilan Negeri Bengkulu untuk mengadili Novel Baswedan sesuai dengan berkas yang sebelumnya telah dilimpahkan oleh Kejaksaan Agung RI,” tegasnya.

Atas kejadian penganiayaan hingga menimbulkan korban tersebut, Irwansyah menyebutkan sangat mengutuk keras segala bentuk perlakuan diskriminasi didepan hukum termasuk kepada saudara Novel Baswedan yang mendapat perlakuan istimewa dan kebal dimata hukum.

“Kami mengingatkan, persoalan kami sedikit terlupakan. Kasus kami sudah selesai apa belum? kami menyampaikan keluhan dan persoalan ini sudah sejauh mana,” sebut Irwansyah. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here