Terbukti Korupsi Mesin Triplek, PT Wijaya Cipta Perdana Dibubarkan

0
270

Bengkulukito.Com– PT Wijaya Cipta Perdana yang terlibat dalam kasus korupsi pengadaan dua unit mesin pencetak Triplek di Kabupaten Kepahiang tahun 2012 senilai 3 miliar rupiah akhirnya resmi dibubarkan.

Asdatun Kejati Bengkulu, Bambang Permadi mengatakan, terkait pembubaran PT Wijaya Cipta Perdana tersebut, sebelumnya dari penagananan perkara korupsi kasus pengadaan mesin pencetak triplek di Kabupaten Kepahiang 2012 silam.

Kemudian, dari hasil putusan perkara tersebut, terbukti bahwa pengadaan itu notalos karena mesin yang diadakan itu merupakan mesin yang tidak layak pakai.

“terkait dari proses itu, maka Jaksa penuntut umum menyampaikan kepada kita dengan nota dinas, agar perusahaan tersebut perlu dilakukan gugatan perdata karena pada dasarnya perusahaan itu telah melanggar peraturan perundang-undangan dan kepentingan umum,”ujarnya, Jum’at (28/12/2018).

Atas dasar itulah, Sambung Bambang, berdasarkan surat perintah dari Kejaksaan Tinggi Bengkulu, maka dilakukan gugatan terhadap PT Wijaya Cipta Perdana.

“proses yang sudah berjalan kurang lebih hampir berjalan enam bulan, hingga sampai putusan pada Januari 2018, oleh karena itu, dari hasil putusan hingga ke tingkat Mahkamah Agung, maka kami sebagai Tim Liquidator akan melakukan penindakan dengan penghapusan beserta pembubaran terhadap perusahaan itu,”jelasnya

Sambung Bambang, setelah dilakukan tim Supervisi dari Kejaksaan Agung dengan Datun Kejaksaan Tinggi Bengkulu, maka pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap aset-aset tersebut dan menemui pihak-pihak berkaitan dengan perusahaan.

Selanjutnya, pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak-pihak seperti BPN, Samsat dan Bank terkait aset-aset barang, maupun hutang-piutang yang ada di Perusahaan tersebut.

“Alhamdulillah, semua proses berjalan lancar berkat dukungan dari pihak perusahaan sehingga proses ini akan segera kami tuntaskan,”pungkasnya

Diketahui, Kasus korupsi pengadaan mesin Triplek tersebut berawal dari hasil pemeriksaan (HLP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa pengadaan mesin tersebut telah menuebabkan kerugian negara sebesar Rp. 2,3 miliar.

Pengadaan mesin Triplek tersebit berlanhsung pada Oktober 2012 dan seyogyanya akan dioperasikan dipabrik sengon PT Kepahiang Mulia Lestari dan Satmakura. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here