JPKP Bengkulu dampingi 301 Pasangan Suami Istri Isbat Nikah di Kab.Seluma

0
159

BengkuluKito.Com,- Persoalan Administrasi kependudukan di Indonesia saat ini telah mendapatkan porsi penting menyangkut pemenuhan administrasi bidang lainnya. Termasuk mengurus akta kelahiran dan kartu penduduk elektronik serta keabsahan hak-hak waris.

Oleh karena itu, penataan administrasi kependudukan haruslah diawali dengan administrasi pernikahan yang hingga saat ini masih dalam penertiban dan pendataan, salah satunya dengan melakukan Isbat nikah terpadu yang ditujukan kepada masyarakat dalam hal ini pasangan suami istri yang belum mendapatkan buku nikah melalui penetapan pernikahan dan pengadministrasian adanya pernikahan.

Program Isbat Nikah Terpadu untuk  Kab. Seluma Propinsi Bengkulu telah dilaksanakan pada hari Kamis (27-28/12/18) dengan jumlah 301 Pasangan Suami Istri yang di laksanakan oleh PEMDA Seluma, DEPAG Seluma dan Pengadilan Agama kls 2 Seluma.

Antrian Pasangan Suami Istri dalam pelaksanaan Isbat Nikah di Kab.Seluma

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (JPKP) Propinsi Bengkulu Jontua Manik Sebagai pendamping pelaksana bahwa Program Presiden Jokowi menginginkan adanya kepastian hukum pernikahan bagi masyarakat kita melalui Isbat Nikah sebagai awal pintu masuk penataan Administrasi Kependudukan dan bidang lainnya.

“DPW JPKP Propinsi Bengkulu selalu berkordinasi ke Pemda Prov. Bengkulu, Kantor Kementrian Agama Wilayah (Kakanwil) Propinsi Bengkulu dan Pengadilan Tinggi Agama dalam program Isbat Nikah di Propinsi Bengkulu dimasing-masing kabupaten/kota” ujar Jontua Manik disela-sela acara.

Pasangan Suami Istri dalam Isbat Nikah menunggu Panggilan dari Pejabat Isbat

“Pasangan Suami Istri yang menjalankan Isbat Nikah akan mendapatkan buku Nikah, karena buku ini sangat berfungsi bagi administrasi ke pendudukan dan lainnya” tambah Jontua Manik.

Masih menurut Ketua DPW JPKP Propinsi Bengkulu Jontua Manik, Program Isbat Nikah ini akan dilaksanakan terus dan pada tahun 2019 paling tidak semua pasangan suami istri di propinsi Bengkulu tidak lagi hambatan dalam mengurus administrasi hanya karena belum mendapatkan buku nikah.

Ketua JPKP Propinsi Bengkulu Jontua Manik menyerahkan data peserta Isbat Nikah Terpadu

Disisi lain, Ketua Bidang Hukum JPKP Propinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH menjelaskan, persoalan pasangan suami istri yang belum mendapatkan atau kehilangan buku nikah jangan dipandang negatif.

“Karena bisa saja, saat orang tua kita atau keluarga kita menikah saat itu mereka belum memahami arti penting buku nikah, mereka lebih memilih sah menurut Syariat Pernikahan Agama saja, atau saat itu mereka belum punya uang, atau dia pernah punya buku nikah tapi hilang, kececer, terbakar atau kebanjiran. Untuk itu diperlukan mekanisme Isbat Nikah sebagai upaya penetapan dari pengadilan agama” jelas Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH.

Ditambahkan Pengacara kondang ini, untuk Isbat Nikah di Kota Bengkulu direncanakan pada 2019 akan datang.

“Untuk pelaksanaan isbat nikah di Kota Bengkulu dan Kabupaten lainnya direncakan akan dilaksanakan pada tahun 2019, kami dari DPW JPKP Propinsi Bengkulu bersama pengurus ditingkat kabupaten/Kota akan mendorong terus kebijakan pemerintah dan Presiden Jokowi dapat terlaksana didaerah-daerah, terutama kebijakan untuk masyarakat banyak” terang Usin (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here