Ini Kronologis Terlantar dan Batalnya Atlet Rejang Lebong Wisata ke Bandung

0
274

BengkuluKito.Com, – Puluhan atlet dari Kabupaten Rejang Lebong akhirnya batal berangkat ke Kota Bandung dalam rangka darma wisata, yang sudah dijanjikan pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setelah sebelumnya para atlet berhasil meraih medali dalam kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) di Kota Bengkulu.

Diceritakan salah satu official sekaligus Ketua harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Rejang Lebong, Ridwan, awalnya di Poprov 2018 kemarin semua kontingen yang mendapatkan medali diberikan reward darma wisata atau jalan-jalan ke Bandung oleh pihak Dispora Rejang Lebong.

“Ternyata pengelolaan darma wisata ini diserahkan kepada pihak ketiga, dan siapa pihak ketiga tersebut kita tidak tahu. Tapi dari informasi yang didapat, ternyata pihak ketiga itu biro perjalanan yang ada di Jakarta,” jelasnya via telepon, Jum’at (21/12/2018) malam.

Dijadwalkan kemarin itu darma wisatanya tanggal 20-23 Desember, sambung Ridwan, pulang perginya dari Bengkulu naik pesawat, Jakarta ke Bandung naik bus.

Dari awal mereka (Dispora) sudah pastikan bahwa untuk boarding pass di tanggal 20 Desember itu pukul 05.00 WIB pagi karena pesawatnya pukul 06.00 WIB.

“Ok lah kita terima itu karena ramainya orang yang berangkat. Jadi, kita diharuskan kumpul di Dispora Rejang Lebong pada tanggal 20 itu pukul 02.00 WIB pagi. Lalu, sesudah pukul 02.00 WIB kita kumpul, tapi belum ada pergerakan untuk berangkat ke Bengkulu,” terangnya.

Kemudian, ditunggu lagi sampai pukul 03.00 WIB pagi tapi belum ada juga. Pukul 04.00 WIB pagi semuanya dikumpulkan, masing-masing pendamping semua cabang olahraga (Cabor), diberitahu pesawat pukul 06.00 WIB nya batal.

“Jadi dipastikan, pesawat kita itu pukul 10.00 WIB pagi, yang memastikan itu langsung Kadispora, Noprianto,” ucapnya.

“Akhirnya kita berangkat dari Curup itu sekitar pukul 06.00 WIB pagi. Sampai di bandara sekitar pukul 9 lewat. Ternyata, tiket kita belum ada satupun. Ketika kita tanyakan, jam 10 nya itu batal dan dipastikan lagi jam 2 siang. Kita tunggu lagi sampai jam 2 siang belum ada kabar, dan kita tanya lagi ternyata batal lagi,” tambah Ridwan.

Beberapa atlet yang terlantar di Bandara Fatmawati Soekarno

Selanjutnya, dipastikan lagi tiket jam 4 sore, lalu setelah ditunggu lagi ternyata tidak ada. Akhirnya, kawan-kawan kemarin menunggu sampai jam 9 malam di bandara.

“Lalu kita di evakuasi ke Hotel Vista. Kemudian, tadi pagi juga ternyata pihak Dispora atau biro perjalanan kayaknya berimprovisasi, karena sebagian itu ada tiketnya dan sudah berangkat. Itu penerbangan pukul 6 pagi tanggal 21, ada tiket untuk 34 orang baik atlet, official, orang-orang atau staf KONI, serta pejabat Dispora,” bebernya.

“Lalu kita tanyakan, yang kaminya kapan? katanya jam 10 pagi. Jadi tadi pagi, waktu kita di hotel di bagi menjadi 3 kloter. Kloter pertama pesawat jam 6 pagi, kloter kedua jam 10 dan kloter ketiga jam 12. Kebetulan, panjat tebing itu masuk kloter yang ketiga,” tambahnya lagi.

Ridwan menjelaskan, ketika siang hari dirinya dan rombongan atlet ke bandara, ternyata kawan-kawan yang kloter kedua dan datang pagi tadi ternyata sama sekali belum mendapatkan tiket juga.

Kemudian, lanjut Ridwan, mereka menjanjikan lagi bahwa kloter kedua naik pesawat pukul 12. Namun, setelah itu masih dimundurkan lagi.

“Kesannya disini kita selalu diberikan janji-janji yang pasti, katanya,” sesal Ridwan.

Masih menurut Ridwan, tadi sore Jum’at (21/12/2018) sekitar pukul 15.00 WIB ada perkembangan lagi kalau ada penambahan tiket untuk sekitar 30 orang an lebih yang dapat, dan itu termasuk pengurus KONI serta Dispora, juga sebagian atlet.

“Jadi sampai hari ini masih banyak atlet yang tidak berangkat. Untuk jumlah totalnya saya sudah tidak mengikuti lagi, tapi perkiraannya sekitar 40-50 orang atlet yang tidak berangkat, ditambah official jadi 75 orang,” tuturnya.

Info dari awal yang didapat, terang Ridwan, total kontingen darma wisata ini sekitar 150 orang.

“Masalahnya, kita sebagai peserta tidak memegang list (daftar) peserta. Seharusnya setiap kegiatan, kita semua pegang list, jadi kita tahu berapa orang totalnya. Untuk sekarang yang masih tinggal itu salah satunya dari Cabor panjat tebing. Kebetulan saya ketua harian panjat tebing FPTI Rejang Lebong,” pungkasnya.

Terhimpun, beberapa atlet yang sudah berangkat darma wisata ke Bandung yakni atlet bola basket, tenis meja, atletik, takraw (sebagian), dan silat (sebagian). Sedangkan yang tinggal, atlet panjat tebing, tekwondo, catur, karate, renang, takraw (sebagian), dan silat (sebagian). (Ros)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here