Menang Putusan Sela, Walhi Bengkulu Siap Hadirkan 20 Saksi

0
96

BengkuluKito.Com, – Wahana lingkungan hidup (Walhi) Bengkulu akhirnya memenangi putusan sela atas eksepsi pihak tergugat PT Kusuma Utama Raya (KRU), sehingga sidang gugatan dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara. Rabu (19/12/2018).

Dalam sidang lanjutan pemeriksaan pokok perkara nantinya, Walhi Bengkulu siap menghadirkan 20 saksi.

Kata Manager Kampanye Industri Ekstraktif Walhi Bengkulu, Dede Frastien, pada persidangan tersebut majelis hakim memutuskan menolak eksepsi kompetensi relatif tergugat. Sehingga sidang dilanjutkan ke pokok perkara dengan agenda pembuktian.

Eksepsi para tergugat mempersoalkan kompetensi relatif, sambung Dede, yakni menyatakan Pengadilan Negeri Bengkulu tidak berhak untuk mengadili perkara ini, karena objek gugatan Walhi berada di Bengkulu Tengah tepatnya di Desa Kota Niur. Sedangkan kantor tergugat berada di Provinsi DKI Jakarta, bukan di Jalan Yos Sudarso Kota Bengkulu.

“Hakim hari ini, Selasa (18/12/2018), bersikap sangat adil dan sangat berpihak kepada keberlanjutan lingkungan hidup, karena hakim menilai gugatan Pengadilan Negeri Bengkulu berhak untuk mengadili perkara gugatan yang dilayangkan Walhi,” jelasnya.

Terbukti, terang Dede, dengan relas sidang yang disampaikan oleh pihak Pengadilan Negeri Bengkulu di terima dan di tanda tangani oleh Kepala Teknik Tambang PT Kusuma Raya Utama di alamat yang tertera pada gugatan Walhi tersebut.

“Sehingga hakim menilai, bahwa Kantor PT Kusuma Raya Utama memang benar adanya di Jalan Yos Soedarso Kota Bengkulu. Selain itu, turut tergugat yang sebagian besar beralamat di Kota Bengkulu menjadi dasar bahwa Pengadilan Negeri Bengkulu berhak untuk mengadili perkara tersebut,” terangnya.

“Maka pada sidang pembuktian nanti, kami (Walhi Bengkulu) akan menghadirkan 20 orang saksi, dan akan lebih serius untuk mempersiapkan alat bukti. Karena gugatan ini berbicara masalah keberlanjutan Lingkungan Hidup di Provinsi Bengkulu, agar dapat dinikmati dari generasi ke generasi,” tambahnya.

Masih menurut Dede, PT Kusuma Raya Utama yang merupakan pertambangan batu bara di dalam kawasan hutan dan di bagian hulu Bengkulu, terindikasi/diduga sebagai salah satu perusahaan pertambangan batu bara penyumbang dampak bencana ekologis (banjir) di Kota Bengkulu seperti sekarang ini.

Diketahui, sidang perusakan dan pencemaran lingkungan hidup dengan nomor perkara 44/Pdt.G/LH/2018/PN.Bgl antara WalhiI menggugat PT Kusuma Raya Utama (perusahaan batu bara) dengan Turut Tergugat Gubernur Bengkulu, BKSDAE Bengkulu Lampung, Bupati Bengkulu Tengah, Dinas ESDM Provinsi Bengkulu dan DLHK Provinsi Bengkulu terhadap Perusakan Hutan Konservasi Taman Baru Semidang Bukit Kabu dan Hutan Produksi Semidang Bukit Kabu serta Pencemaran Anak Sungai Kemumu akibat Operasi Produksi Pertambangan Batu bara milik PT Kusuma Raya Utama. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here