Hore !!! Peringati Hari Ibu, Gubernur Himbau Para Suami Bebaskan Istri Tidak Masak

0
246

BengkuluKito.Com,– Dalam rangka memperingati hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2018 yang akan datang, Gubernur Propinsi Bengkulu telah mengirim surat Himbauan kepada Bupati/Walikota dan kepala OPD tingkat Propinsi  tertanggal 18 Desember 2018.

Himbauan tersebut berisikan setiap kegiatan-kegiatan pemerintahan baik ditingkat propinsi maupun ditingkat kabupaten/kota dapat melibatkan perempuan sebagai ibu bangsa yang berperan mewujudkan ketahanan keluarga sebagai pilar pembanbangunan yang adil dan sejahtera.

Gubernur Propinsi Bengkulu Dr.Rohidin Mesyah juga mengajak para bupati/walikota serta OPD se Propinsi Bengkulu untuk meningkatkan kesetaraan hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan Propinsi Bengkulu tanpa kekerasan perempuan , perdagangan orang dan kesenjangan ekonomi.

Menariknya, Gubernur juga menghimbau agar pada tanggal 22 Desember 2018 akan datang, sebagai peringatan kasih sayang dan penghargaan serta terima kasih kepada ibu, agar para suami membebastugaskan para ibu dari tugas domestik yang selama ini dianggap sebagai kewajibannya seperti memasak, mengasuh anak dan tugas lainnya.

Himbauan Gubernur dalam memperingati Hari Ibu pada Tanggal 22 Desember 2018.

Ketua DPD Srikandi HANURA Santi Amelia menyambut baik adanya surat himbauan dari Gubernur tersebut.

“Hore, buat ibu-ibu yang mengetahui pesan ini dapat menyampaikan ke ibu-ibu yang lain, kita tanggal 22 Desember 2018 libur tugas masak, cuci piring dan tugas lainnya, nggak merawat anak, kecuali yang lagi menyusui tetap menyusui anaknya ya” ujar Santi Amelia.

Ditambahkan Santi Amelia yang saat ini mencalonkan diri di DPRD Kota Bengkulu Dapil Ratu Agung dan Ratu Samban melalui Partai HANURA, bebas tugas seperti himbauan gubernur tersebut jangan diartikan upaya perlawanan pada laki-laki atau menghilangkan kodrat kita sebagai perempuan, beda kodrat perempuan dengan tugas-tugas atau hak dan kewajibannya.

“Terbebaskan terhadap kekerasan dalam rumah tangga, intimidasi dan perdagangan perempuan bukan berhenti saat peringatan hari Ibu saja, namun harus selamanya” tambah Amel.

“Saya juga mencalonkan diri di DPRD Kota Bengkulu juga sebagai wujud hak politik perempuan didalam parlemen, karena terkadang kebijakan pembangunan mengabaikan adanya kepentingan, permasalahan, peran serta dan  keberpihakan perempuan dalam pembangunan” papar Ketua DPD Srikandi HANURA Propinsi Bengkulu ini.

Hal yang sama diutarakan juga oleh Suzi Ariani, Perempuan muda yang mencalonkan diri di Daerah Pemilihan Gading Cempaka dan Singgaran Pati nomor urut 2 dari Partai HANURA ini mendukung adanya himbauan Gubernur Propinsi Bengkulu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur yang telah menghimbau Bupati/Walikota seyogyanya bukan hanya sebatas pada peringatan hari ibu saja, namun terkait kesetaraan perempuan baik hak dan kewajibannya, kekerasan terhadap perempuan dan keterlibatan perempuan dalam kegiatan dan pembangunan di propinsi bengkulu harus selamanya dilaksanakan oleh merekanpengambil kebijakan, jangan terkesan formalitas saja” tutup Suzi Ariani pengusaha perempuan muda dibidang salon dan kecantikan ini.

Untuk diketahui Presiden Soekarno melalui Keputusannya Nomor 316 Tahun 1959 telah menetapkan Peringatan Hari Ibu setiap pada Tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Dan tema peringatan hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2018 ini dengan Tema “Bersama Meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa“. (CW1)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here