Diduga Ilegal, Stone Crusher Di Wilayah PT MPM Lebong Dipertanyakan

1
245

BengkuluKito.Com. Bergerak dibidang pembangkit listrik tenaga air (PLTA), PT.Mega Power Mandiri (MPM) energi yang berada di kelurahan Turang Lalang, Kecamatan Lebong Selatan kabupaten Lebong diduga mengadakan mesin pemecah batu ilegal (Stone Crusher).

Dugaan ilegel itu lantaran alat pemecah batu yang biasa digunakan oleh pertambangan galian C tersebut berada diwilayah PT. Mega Power Energi serta pernyataan tidak adanya rekomendasi penddirian mesin.

Ketua Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Lebong, Dalmuji Suranto mengatakan, dari hasil diskusi bersama opd terkait, dirinya memastikan TKPRD tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pendirian stone crusher diwilayah PT. MPM.

“TKPRD tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pendirian stone crusher di dalam PT. MPM yang saat ini sudah berdiri,” ujar Dalmuji yang saat ini juga sebagai Penjabat Sekdakab Lebong, Selasa, (18/12/2018).

Pihak perusahaan, lanjut dalmuji, baru mengusulkan pendirian Stone Crushrer kepada pihak pemkab Lebong baru beberapa hari yanglalu dalam rapat TKPRD, usulan saat ini masih dipelajari.

“Kalau alasan mereka untuk efisiensi karena ada beberapa wilayah yang juga melakukan itu, dan kami sudah meminta mereka untuk menyampaikan data akurat wilayah mana yang melakukan itu, dasar hukumnya seperti apa tolong disampaikan kepada kami, agar dapat kami pelajari,” jelasnya.

“legal formalnya harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Jika tidak, bukan hanya daerah saja yang dirugikan masyarakat Lebong pun ikut dirugikan dalam hal ini,” jelasnya lagi.

Baca Juga : WALHI BENGKULU : Jika Tidak Ada Izin, DLH Tegakkan Hukum

Disisi lain. Direktur PT. MPM Sri Winarko saat didatangi belum bisa memberikan penjelasan lantaran sedang tidak berada di perusahaan.

“maaf, bapak sedang tidak ada di tempat. pesannya datang lagi besok,” kata salah satu Satpam Pos 2 PT. MPM.(AB)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here