Ratusan Mahasiswa Demo IAIN Bengkulu

0
292

BengkuluKito.Com, – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Demokrasi Kampus Hijau IAIN Bengkulu, Senin (1712/2018) pagi menggelar aksi demo di lingkungan kampus, dan sempat berlangsung ricuh dengan pihak keamanan.

Dikatakan Koordinator Aksi, Ahmad Fikri Amar, aksi ini merupakan aksi damai terkait belum adanya sosialisasi hasil Musyawarah besar (Mubes) Senat Mahasiswa (Sema) beberapa bulan lalu.

“Mahasiswa meminta, agar hasil Mubes tersebut disampaikan kepada seluruh mahasiswa agar nantinya mahasiswa tahu. Bukan hanya mahasiswa yang ada organisasi saja, tetapi juga mahasiswa yang tidak memilki organisasi,” jelasnya.

Ditambahkannya, terkait pengambilan kotak suara pemilihan Presiden mahasiswa (Presma) IAIN, hal itu hanya sekedar untuk mengamankan saja sebelum AD/ART di jelaskan terlebih dahulu.

“Karena yang kita inginkan harus jelas dahulu sistem pemilihan Presma, sebelum melaksanakan kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Adapun beberapa poin penting pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Kampus Hijau IAIN Bengkulu, yakni

1. Dewan eksekutif mahasiswa diantaranya, Fakultas Syariah, FUAD, dan FEBI menyatakan sampai hari ini tidak mendapatkan hasil keputusan Musyawarah Besar yang telah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu.

2. Tidak adanya pengaplikasian program kerja senat mahasiswa IAIN Bengkulu tahun 2018 mengenai Musyawarah besar tentang penetapan AD/ART organisasi kemahasiswaan IAIN Bengkulu yang berlandaskan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4961 tahun 2016 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

3. Tidak adanya kejelasan mengenai proses pembentukkan KPU dan Bawaslu di IAIN Bengkulu.

4. Tidak adanya kejelasan terkait sertifikat Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah yang diadakan periode awal kepemimpinan bapak Samsudin selaku Wakil Rektor III.

Atas dasar pernyataan sikap tersebut, maka pihaknya menuntut:
1. Meminta pak Samsudin selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan untuk menindaklanjuti kelalaian kerja yang dilakukan senat Mahasiswa IAIN Bengkulu tahun 2018 dan menginstruksikan senat Mahasiswa untuk mengeluarkan dan mensosialisasikan AD/ART susuai dengan hasil Musyawarah besar yang dilaksanakan periode awal masa jabatan bapak Samsudin.

2. Meminta bapak Samsudin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan untuk mengintruksikan kepada seluruh anggota senat IAIN Bengkulu untuk tidak mengambil kebijakan-kebijakan sebelum dikeluarkannya dan disosialisasikannya AD/ART sesuai dengan hasil Musyawarah Besar yang dilaksanakan periode awal masa jabatan Bapak Samsudin.

3. Meminta Bapak Samsudin selalu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan untuk menginstruksikan kepada seluruh anggota senat Mahasiswa IAIN Bengkulu tahun 2018 agar mengklarifikasi dan mensosialisasikan terlebih dahulu pembentukkan KPU dan Bawaslu dilingkungan IAIN Bengkulu karena AD/ART yang dipakai dalam pembentukkan tersebut belum jelas dan tidak diketahui oleh publik.

4. Meminta agar pihak penyelenggara PKTMPM gelombang pertama periode masa jabatan bapak Samsudin silam mengeluarkan PKTMPM bagi yang telah melengkapi persyaratan.

5. Memberi tenggang waktu selambat-lambatnya dua hari setelah surat pernyataan ini diterima untuk merealisasikan tuntutan poin 1 sampai poin 4.

6. Apabila poin 1 sampai poin 4 tidak diindahkan dalam tenggang waktu yang tertera dalam poin 5, maka kami aliansi mahasiswa peduli demokrasi kampus hijau IAIN Bengkulu akan memboikot setiap kegiatan yang diadakan sebelum dikeluarkan dan disosialisasikannya AD/ART hasil Mubes kepada seluruh Ormawa, UKM/UKK selingkup Kampus IAIN Bengkulu. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here