Bertemu Kelompok Tani di Muara Sahung, Muspani Bahas Program Perhutanan Sosial

0
192

BengkuluKito.Com,- Program Perhutanan Sosial yang luncurkan pemerintah untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat petani yang hidup disekitar hutan masih minim sosialisasinya.

Hal ini terungkap saat kunjungan Muspani ke Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur kemarin. (15/12/2018).

Saat Muspani berdialog dengan perwakilan 12 kelompok tani Muara Sahung, tepatnya di rumah ketua kelompok tani Mekar Sari desa Bukit Makmur (SP3), kecamatan Muara Sahung.

Banyak dari para petani bertanya tentang akses pengajuan program perhutanan sosial tersebut. Muspani kembali memaparkan program Perhutanan Sosial kepada perwakilan kelompok tani khususnya menanam kopi.

“Masyarakt kita yang hidup di buffer zone (wilayah penyangga) dari hutan lindung belum maksimal memahami dan mengetahui program ini, selama ini mereka hanya dibayangi dengan ketakutan karena menggarap hutan, padahal mereka bisa akses program ini” urai Senior Advokat di Bengkulu Muspani,SH.

“Karena itu saya bersama AEKI dan Pokja Perhutanan Sosial Propinsi Bengkulu bekerjasama dalam memberikan edukasi dan advokasi untuk membantu mereka dalam kepesertaan program perhutanan sosial ini” tutur Muspani,SH.

Pertemuan ini adalah kali kedua dilakukan oleh Muspani,SH sejak September 2018. Pertemuan lanjutan sekaligus melaporkan perkembangan pengajuan berkas perizinan Hutan Kemasyarakatan.

Setelah Rapat Kerja Serikat Tani Bengkulu dan AEKI pada Oktober 2018, sudah masuk 12 kelompok tani yang mengajukan permohonan perhutanan Sosial.

“Dalam lanjutan program ini, sudah ada 12 kelompok dari 3 desa: Bukit Makmur, Ulak Bandung dan Ulak Lebar Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur. dengan total jumlah anggota 397 Kepala Keluarga” terangnya.

“Untuk luasan lahan Izin garap yang akan diajukan seluas 1.416 hektar dalam kawasan hutan Produksi Terbatas. Seluruh anggota kelompok tani itu adalah petani kopi, yang berkebun di dalam kawasan hutan” papar Muspani,SH yang akan ¬†bertarung dalam pemilu 2019 sebagai Calon DPR-RI dari PDIP nomor urut 3 ini.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari kelompok tani, Sarmin sebagai ketua kelompok tani Karya Mandiri juga bertanya kepada Muspani,SH

“Bagaimana dengan teman-teman kami petani yang menggarap di dalam kawasan ( TNBBS-red) apakah bisa ikut dalam program perhutanan sosial ink ?”

Atas pertanyaan tersebut, Muspani,SH memberikan penjelasan bahwa program perhutanan sosial hanya diperuntukkan pada wilayah hutan tertentu.

“Program perhutanan sosial sebatas perizinan dalam kawasan hutan lindung, hutan produksi dan Hutan Produksi Terbatas. untuk kawasan Taman Nasional ( konservasi) belum bisa diberi izin” tutupnya. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here