Tingkat Kekritisan Kawasan Hutan dan Sedimentasi DAS Air Bengkulu Semakin Parah

0
159

BengkuluKito.Com, – Manager Kampanye Industri Ekstraktif Walhi Bengkulu, Dede Frastien, menegaskan jika penyebab terjadinya banjir di Kota Bengkulu karena tingkat kekritisan Kawasan Hutan di hulu Kota Bengkulu semakin tinggi dan sedimentasi DAS Air Bengkulu semakin parah.

Dijelaskannya, laju kerusakan kawasan hutan diakibatkan oleh aktifitas operasi produksi pertambangan batu bara di dalam kawasan hutan, yang berakibat kepada perusakan besar-besaran kawasan hutan di hulu Kota Bengkulu yaitu Hutan Lindung Bukit Daun, Hutan Produksi Rindu Hati 1, Hutan Produksi Rindu Hati 2, Kawasan Konservasi TB Semidang Bukit Kabu, HP Semidang Bukit Kabu.

“Banjir yang dirasakan saudara-saudara kita, khususnya di bagian hilir Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Rawa Makmur dan sekitarnya, ini harus dilihat secara komprehensif dari Hulu, Tengah dan Hilir,” ucapnya, Jum’at (14/12/2018).

Di Hulu, kata Dede, tingkat kerusakan kawasan hutan sudah semakin parah akibat eksploitasi batu bara yang semakin tidak manusiawi, akibatnya kawasan yang merupakan kawasan lindung atau resepan air tidak berfungsi lagi.

Sampah rumah tangga yang sering dibuang ke dalam sungai dan juga batu bara yang masuk ke dalam sungai yang tidak terbendung lagi menyebabkan sidimentasi DAS Air Bengkulu semakin hari semakin parah.

“Terakhir di bagian hilir tidak ditemukan lagi kawasan resapan air, sehingga tidak mampu membendung derasnya dorongan air sungai dari hulu dan menyebabkan banjir setiap hujan tiba,” terangnya.

Menurut Dede, hari ini seharusnya negara tidak bisa diam, karena masyarakat yang menjadi korban tersebut dari dulu berhak untuk mendapatkan hak nya sebagai warga negara, sama dengan warga negara lain nya.

“Bukan setiap hujan datang, mereka harus menderita akibat ulah-ulah penjahat perusak lingkungan yang tidak mempunyai hati nurani,” kesalnya.

Banjir ini bukan bencana alam, sambung Dede, tetapi ini adalah bencana ekologis yang diciptakan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab, dan menyebabkan kerugian terhadap lingkungan dan masyarakat yang terkena dampak.

“Ini merupakan pelajaran kita bersama, bahwa sangat di perlukan nya Tata Kelola Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berkelanjutan, secara komprehensif dari hulu, tengah dan hilir,” imbuhnya.

Dengan demikian, pemerintah bersama rakyat yang diwakilkan oleh DPRD Provinsi Bengkulu harus mengeluarkan content regulasi, antara lain:

1. Di bagian hulu, diperlukannya Instruksi Gubernur tentang Moratorium Izin Tambang dalam kawasan hutan dan percepatan implementasi Perhutanan Sosial bagi petani dalam kawasan hutan.

2. Di bagian tengah, rehabilitasi dan normalisasi DAS Air Bengkulu secara bertahap dan maju, serta Perda yang mengatur tentang larangan membuang sampah di sungai.

3. Dari content yang ditawarkan tersebut, maka pemerintah kota selaku pemangku wilayah hilir, akan cepat melakukan pembangunan drainase, biopori serta sumur resapan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan DAS Air Bengkulu untuk meminimalisir kutukan Bencana Ekologis Banjir akibat para penjahat perusak lingkungan. (Rilis/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here