Bertemu dengan Petani Taba Penanjung, Muspani : Kita Selesaikan Dulu Pemanfaatan Lahan Produksi Kopi

0
144

BengkuluKito.Com,- Bertempat di rest area (kelok sembilan gunung) sekitar 80 orang petani kopi melakukan pertemuan dengan Muspani (12/12/2018). Para petani berasal dari beberapa desa diantaranya Tanjung Heran, Datar Lebar dan Bajak kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah.

Para petani selama ini berkebun kopi di kawasan hutan lindung Bukit Daun. Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari Rapat Kerja Serikat Tani Bengkulu pada 30 November – 2 Desember 2018 di LPMP Kota Bengkulu. pertemuan ini dikoordinir oleh Pahit dari desa Rindu Hati yang hadir saat Rapat Kerja STAB yang lalu.

Para petani ingin mendapat kejelasan tentang program Perhutanan Sosial langsung dari Muspani,SH

“Program pemerintahan Jokowi yang memberi akses dan izin bagi petani yang selama ini menggarap lahan di kawasan hutan lindung dan Hutan Produksi Terbatas harus dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi petani” ujar Muspani,SH

Muspani,SH menjelaskan bahwa izin yang diberikan berupa Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm) diterbitkan langsung oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

“Karena program Perhutanan sosial merupakan salah satu misi pemerintahan Jokowi-JK yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani disekitar kawasan hutan” lanjut Muspani,SH

Muspani,SH menyarankan agar para petani membentuk kelompok tani, karena usulan IUPHKm diajukan oleh kelompok tani dengan persetujuan Kepala Desa.

Diketahui sejak tahun 1995, Muspani,SH membela petani kopi yang berkebun dikawasan hutan, mengatakan agar petani mengambil manfaat dan kesempatan pada program Perhutanan Sosial.

“Program Perhutanan Sosial ini diharapkan agar para petani bisa berkebun dengan legal dan jauh dari rasa kekhawatiran yang selama ini dicap sebagai perambah hutan” tutup Muspani,SH

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here