Dugaan Pemalsuan Data Bidang Perpajakan, Wanita Cantik Ini Dilimpahkan ke Jaksa

0
353

BengkuluKito.Com, – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Provinsi Lampung Perwakilan Bengkulu, Rabu (12/12/2018) melimpahan kasus dugaan pemalsuan data dalam bidang perpajakan yang menjerat NH selaku Direktur Utama CV Mitra Transport ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Diketahui, terdakwa NH terlibat kasus penggelapan dengan memalsukan (fiktif) surat pemberitahuan atau keterangan dalam setoran pajak sebagai pendapatan CV Mitra Transport sebesar Rp.415.253.575 juta rupiah.

“Kita hari ini menerima pelimpahan dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Lampung perwakilan Bengkulu dengan terdakwa perempuan. Terdakwa ini memalsukan data,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Henri Nainggolan.

Henri menerangkan, seharusnya terdakwa ini wajib menyetorkan pajak, namun tidak disetorkannya. Oleh terdakwa ini, dibuat seolah- olah pihaknya sudah menyetorkan tetapi faktanya belum.

Ditambahkannya, administrasi kasus tersebut di Kejaksaan Tinggi Bengkulu masuk ke dalam pidana khusus (Pidsus). Namun, di Pengadilan Negeri nantinya akan dimasukkan ke ranah pidana umum (Pidum).

“Biar tidak rancu atau bingung, biarlah administrasi kita tetap di Pidsus, namun pada saat pelimpahannya kita serahkan ke Pidum pengadilan. Jadi, sama kita tetap Pidsus tapi di pengadilan mungkin hakimnya yang pidana umum,” jelas Henri.

Diketahui, perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa tersebut merugikan pada pendapatan negara sebesar Rp. 376. 699.750,00, berdasarkan hasil penghitungan ahli perpajakan dari Dirjen pajak RI tanggal 18 Oktober 2018.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 39 Ayat (1) huruf d huruf i Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009,” pungkasnya.

Pantauan BengkuluKito.Com, Terdakwa NH langsung ditititpkan di rumah tahanan (Rutan) khusus perempuan Provinsi Bengkulu. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here