Ngaku “Habib”, Pria Asal Kudus Diduga Lakukan Penipuan Massal

1
4510

BengkuluKito.Com, – Saat ini banyak modus penipuan yang menggunakan kedok agama atau silsilah habaib. Hal ini terjadi pada salah satu jamaah pengajian bernama Yasa Amin (korban-red), yang merupakan korban modus penipuan tersebut.

Yasa Amin melaporkan Muhammad H Hafiz alias Kempos alias Mbah Singo atas dugaan tindak pidana penipuan ke Polda Bengkulu pada tanggal 7 Desember 2018 lalu.

“Awalnya saya kenal Hafiz ini mengaku ‘Habib’ dalam pengajian di jamaah Jaalhaq Bengkulu. Saya berkenalan dan dia memperkenalkan diri menyebut namanya Habib Muh,” urai Yasa Amin warga Desa BP2 Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma.

Diceritakannya, ketika itu Habib Muh menghubunginya dan mau datang ke rumah untuk silaturahmi. Karena sebagai habib dan di pahaminya adalah habaib, maka dipersilahkanlah datang.

Kemudian, pada hari Jumat tepatnya tanggal 5 Oktober 2018, terlapor datang dan meminta uang kepada pelapor sebesar Rp. 25 juta dengan alasan mau pasang CCTV di pondok pesantren.

“Ketika dia (Habib Muh) datang, dia menceritakan rencana untuk memasang CCTV di pondok pesantren milik Yayasan Jaalhaq di Kota Bengkulu, dan meminta uang sebesar Rp.25 juta kepada saya,” terangnya.

Selanjutnya, kata Yasa Amin, uang tersebut ditransfer ke rekening dia sebesar Rp.25 juta dan bukti transfernya masih ada.

Ditambahkannya lagi, beberapa hari kemudian terlapor menghubunginya kembali melalui sambungan telepon dan meminta uang untuk makan santri di pondok pesantren sebesar Rp.13 juta.

“Beberapa hari kemudian, Habib Muh (terlapor) menghubungi saya, dia menceritakan kalau di pondok uang makan habis, dan meminta uang makan kepada saya sebesar Rp.13 juta. Karena permintaan seorang yang mengaku habib, ya saya kirim kembali Rp.13 juta ke rekening dia,” beber Yasa Amin.

“Saat saya ke Pondok Pesantren Jaalhaq untuk ikut pengajian, saya tidak melihat ada terpasang CCTV. Saya bertanya kepada pengasuh pondok, dan pihaknya menyampaikan tidak ada pemasangan CCTV ataupun bantuan uang makan,” paparnya.

“Saya lalu bertanya kepada teman-teman di pengajian, ternyata orang yang diduga “habib palsu” ini telah banyak melakukan penipuan dengan modus-modus yang sama. Bahkan, di duga korbannya banyak di Kota Bengkulu, Benteng, Bengkulu Utara, dan Mukomuko, mereka semua terpedaya karena pelaku mengaku sebagai habib. Untuk saya sendiri sudah merasa ditipu dan dirugikan” tutup Yasa Amin.

Karena curiga dan merasa dirugikan, akhirnya Yasa Amin melaporkan kejadian tersebut ke Polda Bengkulu tertanggal 7 Desember 2018 dan diterima oleh Ka.Siaga SPKT III Iptu P. Samosir. (CW1)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here