Workshop TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Usin : Jika Jokowi Menang di Bengkulu ! Saya Titip Pelabuhan P.Baai dan Program Infrastruktur Ekonomi Bengkulu dalam Proyek Strategi Nasional 2019

0
291

BengkuluKito.Com,- Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengundang seluruh Tim Kampanye Daerah (TKD) se-Indonesia salam Workshop Isyu-isyu strategis dan Strategi Pemenangan Capres Jokowi-Ma’ruf Amin di Hotel Sahid Jaya, Jakarta (7-8 Desember 2018).

Dalam workshop tersebut, berbagai keluhan dan isyu pembangunan di daerah dibahas bersama, terutama peningkatan pembangunan di masing-masing daerah.

Perwakilan dari Tim Kampanye Daerah (TKD) Propinsi Bengkulu yang hadir dalam workshop tersebut antara lain Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH, Zulkarnain Kaka Jodo dan Riki Supriadi.

Dalam pemaparannya, Direktur Relawan Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH menyampaikan Tim Koalisi yang berasal dari 9 Partai Koalisi Indonenesia Kerja hingga saat ini tetap Solid dan Optimis Jokowi-Ma’ruf Amin Menang.

“Kami dari tim Koalisi Partai KIK di Propinsi Bengkulu solid dan terus melakukan konsolidasi dengan organisasi relawan. Semua sedang bekerja dan organisasi relawan Jokowi-Ma’ruf Amin telah turun kebawah memberikan edukasi ke masyarakat” urai Direkrur Relawan TKD Propinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring.

“Berkenaan isyu-isyu pembangunan didaerah, untuk peningkatan ekonomi masyarakat, jika Jokowi-Ma’ruf Amin menang di Propinsi Bengkulu saya sudah titip Pembangunan untuk mengembangkan Pelabuhan P.Baai, Pembukaan Rel Kereta Api jalur Bengkulu-Linggau, dan jalan TOLnya, Pembangunan Pelabuhan di Mukomuko harus dijadikan Proyek Strategis Nasional” terang Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH yang saat ini mencalonkan diri di DPRD Propinsi Dapil Kota dari Partai HANURA ini.

Ditambahkan Direktur Relawan Jokowi Bengkulu ini, berkenaan dengan permasalahan harga sawit, karet dikalangan petani, hanya pemahaman yang keliru jika penurunan harga dipersalahkan jokowi sebagai presiden yang tidak mampu menaikkan harga.

“Masyarakat di propinsi bengkulu sudah cerdas, isyu seperti penurunan harga sawit dan karet disalahkan presiden itu hanya gorengan isyu yang menyesatkan, kemarin pilkada gubernur isyu itu juga dimainkan, termasuk pilkada bupati. saran saya berhentilah melakukan pembodohan dengan isyu tersebut” tambahnya.

“Sawit dan karet itu yang menentukan suplay and demans (ketersediaan dan kebutuhan) dan harga tergantung pada pasar global (internasional), bahkan kemarin presiden melakukan intervensi dengan mengeluarkan kebijakan pembelian karet oleh pemerintah untuk menanggulangi harga karet yang turun serta pemenuhan kebutuhan dalam negeri” urai Sekretaris DPD Partai HANURA ini.

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Direktur Komunikasi dan informasi TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Zulkarnaen Kaka Jodo, untuk mendukung program strategis nasional ini, harus ada program turunan yang dilakukan didaerah, seperti memberikan peluang investor masuk ke propinsi Bengkulu.

“Beberapa waktu lalu Gubernur telah menandatangani MoU untuk menfasilitasi perizinan pembangunan pabrik minyak goreng, dan kita harus support langkah gubernur dan bupati/walikota yang membuat terobosan membangun industri hilir dari hasil perkebunan di propinsi bengkulu” jelas Wakil Ketua DPD Golkar Propinsi Bengkulu Zulkarnain Kaka Jodo.

“Dengan terbukanya jalur-jalur ekonomi keluar daerah seperti pembangunan pelabuhan pulau baii, bandara fatmawati diperpanjang hingga bisa masuk pesawat cargo, jalur kereta api dan jalan tol lubuk linggau serta peluang-peluang industri pariwisata akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi propinsi Bengkulu” jelas Zulkarnain Kaka Jodo.

Menyikapi Langkah Gubernur Propinsi Bengkulu tersebut, menurut Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH harus didukung, karena selama ini kita jual bahan mentah, dan sekarang bagaimana kita ciptakan industri hilir lainnya.

“Kedepan kita harus fokus pada pembangunan industri hilir dari produksi sawit seperi industri minyak goreng, sabun, lidi serta pengolahan limbah sawit lainnya” tutup Advokat yang dikenal dekat dengan media ini. (CW1)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here