Mantan Bupati Kepahiang Dituntut 2 Tahun Penjara dan Pencabutan Hak Politik 5 Tahun

0
151

BengkuluKito.Com, – Mantan Bupati Kepahiang, Bando Amin dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dalam pengadaan lahan Tourism Informasi Center (TIC) , karenanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman 2 tahun penjara dan pidana tambahan pencabutan hak politik selama 5 tahun.

Dalam surat tuntutannya, JPU Elixander menyatakan terdakwa Bando Amin dan terdakwa Sapuan dituntut dengan pidana penjara selama 2 tahun, dan pidana denda 100 Juta subsidair 6 bulan kurungan.

Sementara terdakwa Syamsul Yahemi dituntut lebih tinggi yaitu, dengan tuntutan pidana penjara 2 tahun 6 bulan, serta pidana denda Rp 100 Juta subsidair 6 bulan kurungan.

Ketiga terdakwa juga dikenakan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik selama 5 tahun setelah selesai menjalankan pidana pokok.

“Tedakwa Syamsul Yahemi pada saat pengadaan lahan TIC selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Pada saat itu terdakwa juga menjabat sebagai Kasubag pemerintahan di Pemda Kepahiang,” ungkapnya.

Ditambahkan JPU, masing-masing terdakwa dituntut dengan pasal yang sama. Namun untuk tuntutan berbeda, karena peran masing-masing terdakwa dalam surat dakwaannya juga berbeda.

“Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 3 Junto Pasal 18 ayat 1 huruf b, ayat 2, ayat 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana,” papar Elixander dimuka persidangan, Jumat (7/12/2018).

Diketahui, sidang pembacaan surat tuntutan oleh JPU tersebut dipimpin hakim ketua Slamet Suripto, hakim anggota I Agusalim, dan hakim anggota II Heny Anggraini. (CW3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here