Pemkot Sebut Wilayah Kumuh di Kota Bengkulu Menurun

0
106

BengkuluKito.Com, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Asisten II Sekretaris Daerah Kota, Matriyani Amran, menyebutkan untuk wilayah kumuh di Kota Bengkulu tahun 2018 mengalami penurunan. Rabu (5/12/2018).

Demikian disampaikannya usai menghadiri acara Lokakarya Program Kotaku dengan tema ‘Berkolaborasi Menciptakan Lingkungan Nyaman dan Berkelanjutan, Masyarakat Produktif dan Bermasyarakat’, disalah satu hotel di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu.

Kata Matriyani, dalam hal penanganan pengurangan wilayah kumuh banyak sekali mengalami peningkatan.

“Dalam artian wilayah kumuhnya jelas berkurang dong, yang tadi misalkan ada 10 wilayah kumuh, ditahun 2018 sudah berkurang,” ucapnya.

Disisi lain, TA Komunikasi Konsultan Manajemen Wilayah PUPR Kota, Kartini menjelaskan, ada beberapa indikator wilayah tersebut dinyatakan kumuh yakni, bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, dan drainase lingkungan.

TA Komunikasi Konsultan Manajemen Wilayah PUPR Kota, Kartini.

Selanjutnya, pengelolah air limbah, pengelolah persampahan, pengamanan kebakaran, dan ruang terbuka publik.

“Target nasional di tahun 2019 itu 93 hektar pemukiman kumuh di Kota Bengkulu tuntas. Namun, secara lingkungan tetap masih ada yang belum tuntas seperti di Kelurahan Sumber Jaya,” jelasnya.

Hal tersebut belum bisa dituntaskan karena ada deliniasi atau garis batas wilayah kumuhnya itu masih berada di wilayah milik PT Pelindo. Ada sekitar 1 hektar lebih yang merupakan wilayah Pelindo.

“Tapi saat kita lakukan survei, Pelindo ternyata juga sudah melakukan penanganan disana. Terakhir kabarnya ada sekitar 11,2 hektar yang dibebaskan Pelindo, yang sekarang menjadi wilayah strategis nasional dan dibangun dermaga 1, 2, dan 3. Itu juga dulunya wilayah kumuh dan sekarang ditangani nasional,” paparnya.

“Sekarang itu sisa pemukiman kumuh di kita itu tinggal 5,14 hektar yang akan ditangani di 2019. Itu dengan dana Pemda saja sudah tuntas,” tambahnya.

Kartini juga menerangkan, untuk tahun 2019 mendatang setiap kelurahan akan mendapatkan bantuan satu miliar. Namun kelurahan mana saja yang akan mendapatkan bantuan satu miliar, itu berdasarkan perhitungan hari ini.

Berdasarkan SK Walikota itu ada 49 kelurahan yang dinyatakan kumuh, namun berdasarkan SK nasional hanya ada 13 kelurahan.

“Jadi selama ini yang kita tangani kalau dananya itu dari pusat, hanya 13 kelurahan saja. Untuk tahun 2019 ini tidak hanya 13 kelurahan, melainkan kelurahan yang berdasarkan SK Walikota nanti akan diverifikasi dan dihitung kumuhnya mana yang paling berat itu yang akan diberikan bantuan satu miliar satu kelurahan,” bebernya.

Bisa kemungkinan lebih dari 10 kelurahan, tergantung perhitungan hari ini.

“Misalnya perhitungan hari ini menyatakan ada 30 kelurahan, maka kita akan ajukan ke 30 kelurahan tersebut. Akan tetapi, hari ini juga kita akan bertemu beberapa program seperti Sanimas, NUSP, dan USP. Dimana NUSP ini bekerja? Misalkan di Dusun Besar, dari NUSP dia dapat bantuan satu miliar, maka program Kotaku tidak masuk ke sana,” tutupnya. (RC)

Data terhimpun, berdasarkan SK Walikota Bengkulu Nomor 63 Tahun 2017, total luas wilayah kumuh di Kota Bengkulu mencapai 961,59 Ha berdasarkan lingkungan, dan terbagi kedalam 49 Kelurahan di Kota Bengkulu.

Adapun capaian pengurangan kumuh, tahun 2015 seluas 216,93 hektar, 2016 seluas 79,16 hektar, 2017 seluas 58,00 hektar dan 2018 seluas 156,58 hektar. Total capaian kumuh seluas 510,66 hektar.

Melihat capaian pengurangan kumuh sampai tahun 2018 diatas, ada 7 kelurahan yang masuk kategori tidak kumuh lagi yakni, Kelurahan Bentiring, Teluk Sepang, Bajak, Malabro, Belakang Pondok, Rawa Makmur, dan Pintu Batu.

Jadi, kalau berdasarkan SK Walikota No.63 Tahun 2017 ada 49 kelurahan yang termasuk kumuh di Kota Bengkulu, maka ada 42 kelurahan lagi yang masih kumuh sampai akhir 2018. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here