PUPA Sebut Korban Tindak Pidana Kekerasan di Kampus Takut Melapor

0
75

BengkuluKito.Com, – Yayasan Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) menyebutkan memang selama ini tindak pidana kekerasan di dalam kampus banyak, tetapi korbannya takut untuk melapor.

Demikian disampaikan Direktur Yayasan PUPA, Susi Handayani, Selasa (5/12/2018).

“Kalau dia (korban) melapor sering disalahkan, kamu turut andil dalam kekerasan tersebut,” ucapnya, usai menjadi narasumber kuliah umum dengan tema ‘Membangun Mekanisme Penanggulangan Kekerasan Terhadap Perempuan di Lingkungan Kampus’ di Kampus 4 UMB.

Ketika seseorang itu menjadi korban, sambung Susi, dia adalah korban dan janganlah disalahkan. Akan tetapi terkadang hal tersebut dibalik, kalau melapor dialah yang turut andil dalam kekerasan tersebut.

“Akhirnya hal itulah yang membuat korban mengubur semangatnya untuk melapor,” terangnya.

Menurut Susi, kedepannya solusi terkait penanganan kasus kekerasan di lingkungan kampus itu harus ada aturan dan mekanisme kampus yang jelas untuk korban harus melaporkan kemana.

“Harus ada orang atau bagian yang memang menerima pengaduan, melakukan komunikasi dan menggali kebutuhan korban. Kebutuhan tersebut apakah bisa diselesaikan di kampus ataukah mesti menggunakan lembaga-lembaga layanan yang lain,” jelasnya.

Jadi sebenarnya, kata Susi, fungsi kampus adalah menerima persoalan, menggali persoalan dan kemudian menemukan atau mengidentifikasi kebutuhan.

“Jika kebutuhan tersebut bisa diakomodir oleh pihak kampus, maka kampus juga harus bisa menanganinya. Jika tidak, maka kampus harus menunjuk kepada lembaga layanan yang lain,” tutupnya. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here