Tidak Pernah dilibatkan, Sekretaris Komite SDN 07 Tolak Tanda Tangan Laporan Keuangan

1
124

BengkuluKito.Com,- Setelah Pemeriksaan Saksi Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bengkulu Sudisman,S.Sos pada perkara pencemaran nama baik Kasek SDN 07 Kota Bengkulu yang disampaikan saat hearing di DPRD Kota Bengkulu dengan terdakwa orang tua wali murid ibu Isdarmi siang tadi (3/12/2018) berlanjut pemeriksaan saksi berikutnya.

Pada fakta persidangan dari keterangan saksi Sekretaris Komite Sekolah SDN 07 Kota Bengkulu Endah Fuji Iswanti menyampaikan pungutan Rp.5.000 persiswa juga pada cucunya dan membenarkan adanya kartu bukti pembayaran saat diperlihatkan Penasihat Hukum Terdakwa Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH.

Bahkan Saksi menceritakan, pengelolaan dana pungutan dia sebagai sekretaris tidak pernah dilibatkan, hanya Ketua Komite dan Bendahara Komite yang kelola, jadi bukan hanya memberatkan warga saja, pada pengelolaannya juga tidak jelas.

“Saya pernah disodorkan laporan keuangan untuk tandatangan saya, namun saya tolak tandatangan karena yang belanjakan uang bukan saya dan mereka tidak pernah libatkan saya koq saya tandatangan laporan” terang Endah Fuji Iswanti dihadapan persidangan.

Ditambahkannya Sekretaris Komite, dalam pelaksanaan sehari-hari sudah ada panitia pembangunan Musholla, namun panitia tersebut dipertengahan jalan diberhentikan oleh Kepala Sekolah bukan oleh Pengurus Komite.

Sedangkan untuk keterangan bahasa Pungli, Endah menegaskan saat hearing, orang tua siswa yang ke dewan hanya menyampaikan keluhan, istilah adanya pungli berasal dari dewan.

“Kami ke dewan itu hanya ingin melaporkan adanya keluhan orang tua siswa permasalahan pungutan pembangunan musholla dan beberapa masalah sekolah serta meminta kepala sekolah dipindahkan dari sekolah SDN 07 itu, kalo masalah pungli ya itu kami dengar dari bahasa anggota DPRD yang menemui kami, kalau berasal dari terdakwa saat wawancara kami tidak tahu, namun wawancara itu setelah hearing” terang Endah Fuji Iswanti.

Suasana sidang pemeriksaan saksi-saksi Pencemaran Nama Baik Kepala Sekolah SDN 7 Kota Bengkulu

Keterangan Sekretaris Komite SDN 07 Kota Bengkulu Endah Fuji Iswanti diperkuat oleh keterangan Ketua Adat Kelurahan Bajak Sudirmansyah.

Sudirmansyah memiliki 2 orang cucu sekolah di SDN 07 Kota Bengkulu, keduanya membayar pungutan Rp.5.000,- perminggu persiswa dan baginya dengan pemberlakuan kartu tanda pembayaran persiswa sangat memberatkan orang tua.

“Cucu sayo ada 2 orang, setiap orang Rp.5.000 perminggu, jadi sayo bayar Rp.10.000,- perminggu, jadi pungutan ini sangat memberatkan, apalagi kalo idak bayar anak lah dimarahi dan pulang nangis” terang Sudirmansyah didepan hakim.

Kalo masalah pernyataan Terdakwa ada menyampaikan “Pungli” tidak ada saat hearing, tetapi pernyataan tersebut disampaikan oleh anggota dewan yang namanya Kusmito.

“Sayo ikut juga ke dewan, kami cuma menyampaikan banyak keluhan warga, soal terdakwa ado ngomong pungli saat pertemuan tidak ada, sayo idak tau kapan dia ngomong setelah pertemuan, yang jelas saat pertemuan justru ado dewan yang ngecek cam itu” jelas Ketua Adat ini.

Baca Juga : Ketua Komisi 3 DPRD Kota Jadi Saksi Perkara SDN 07 Kota Bengkulu, Sudisman: Pungutan Diluar Aturan itu Liar

Saat ditanya Penasihat Hukum Terdakwa Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH apakah dugaan pungutan Rp.5.000 itu di bicarakan dengan tokoh masyarakat, Sudirmansyah menyatakan tidak pernah.

“Kami dari pihak tokoh agama, adat, pihak RT tidak pernah diajak untuk bicarakan tentang pungutan tersebut” tutup Sudirmansyah saat memberikan keterangan dihadapan hakim.

Penasihat Hukum Terdakwa Isdarmi usai sidang menyatakan terima kasih kepada saksi yang sudah hadir.

“Sidang pemeriksaan saksi-saksi yang kita ajukan telah menyampaikan semua keterangannya, mereka telah membantu kebenaran berjalan pada jalannya bagi Terdakwa mencari keadilan dan kebenara itu” urai pengacara yang akrab disapa Bang Usin.

“Saya kira perkara ini sudah jelas dan terang sangat dipaksakan untuk diajukan ke persidangan, namun ada 2 hal yang dicermati dari fakta persidangan dan fakta diluar persidangan yang disampaikan saksi-saksi. Pertama, semua saksi baik dari JPU menerangkan pungutan itu ada, intimidasi ada, bukan isapan jempol belaka dan dibuktikan dengan kartu tanda terima” urainya.

“Kedua, Fakta diluar persidangan majelis hakim sudah menanyakan kepada saksi apakah Pungutan itu saat ini dihentikan, dan semua saksi menyampaikan telah dihentikan, mengapa dihentikan ? karena memang melanggar aturan, kalau merasa itu tidak melanggar aturan kenapa dihentikan ?” Urai Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH.

“Jadi perkara pencemaran nama baik kasek SDN 07 Kota Bengkulu ini sangatlah Sumir dan premateur karena berdasarkan Saksi Ketua Komisi 3 DPRD Kota Sudisman,S.Sos bahwa pengaduan masyarakat sudah terbukti dengan adanya ¬†rekomendasi DPRD Kota Bengkulu kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk menghentikan pungutan tersebut, dan buktinya sekarang berhenti” tutup Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga JPKP Propinsi Bengkulu Amran juga menambahkan Terkait dugaan pungutan dan dugaan penyelewengan dana pembangunan musholla akan diadvokasi dan dilaporkan pada Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

“Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti dan keterangan-keterangan dari masyarakat, kita akan lakukan advokasi adanya penyidikan dugaan pungli dan dugaan korupsi pembangunan musholla, karena dana itu berasal dari banyak pihak dan sebahagian juga ada dana dari BUMN, kita tetap akan kawal persoalan masyarakat” urai Amran. (CW1)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here