Dukung Kapolda Usut Dana Bimtek Kades Mukomuko Tahun 2016, Jafar : Kami Juga Ingin Tahu Apakah Ada Kerugian

0
657

BengkuluKito.Com,- Terkait perkembangan penyelidikan Dana Bimtek Kades Mukomuko Tahun 2016 oleh penyidik Tipikor Polda Bengkulu juga dinantikan kejelasan dari Kades-Kades dan perangkat desa yang ikut.

Setelah konfirmasi dari salah satu mantan kades Basri sebagai Koordinator Pengumpul setoran Bimtek di Kecamatan Penarik, dukungan agar pengusutan tersebut datang juga dari salah satu Kades di Kecamatan Pondok Suguh.

“Kami juga menginginkan pengusutan dana bimtek ini dapat dipercepat agar jelas dan diketahui apakah ada kerugian, soalnya dana itu berasal dari APBDes yang telah di syahkan melalui Perdes” ujar Kepala Desa Pondok Kandang Jafaroza.

Jafar menceritakan, dua minggu lalu telah dilakukan pemeriksaan kepada kami para kades yang ikut Bimtek, dan bukti-bukti juga sudah diserahkan kepada penyidik.

“Kami setiap desa menganggarkan Rp.30juta dengan rincianĀ Ticket PP : 1.300.000, Uang Saku 1,700,000, hotel 5 hari, Jasa Pemateri dan Wisata 4.500.000” terang Jafar melalui hubungan Whatsapp

Dijelaskan Jafar, Dana tersebut kami (bendahara desa-red) serahkan kepada Ketua Apdesi Kecamatan masing-masing sebagai pengumpul dana setoran bimtek.

“Waktu itu untuk mengumpulkan dana bimtek di kecamatan pondok suguh adalah bapak Apendi Darwis, dari beliau dikumpulkan ke Apdesi Kabupaten dan seterusnya saya kurang paham siapa yang nampung dan mengelola dana tersebut” terang jafar.

“Sedangkan tempat Bimtek hanya dijakarta di Lembaga Administrasi Negara (LAN), pelaksananya siapa saya juga tidak tahu” sambungnya.

Ketika ditanya apakah ada dasar hukum atau MoU antara Apdesi, LAN dan Pihak Desa untuk melaksanakan pengumpulan uang setoran bimtek atau pelaksanaan bimtek, kades Jafar tidak tau dan tidak pernah baca apakah ada aturannya.

“Saya secara detail memang tidak mengetahui apa dasar hukum Apdesi mengumpulkan dana dan mengelola dana, apalagi sebagai pelaksana, tapi bendahara desa semua yang ikut ya nyetornya ke Apdesi” jelas Jafaroza.

Jafaroza sendiri berharap agar pihak penyidik Tipikor Polda Bengkulu bisa membuat terang dan jelas pengusutan perkara ini agar ada kepastian hukum, jangan diambangkan lagi, jika ada kerugian silahkan ditegakkan aturan, namun jika tidak ada kerugian pengusutan ini bisa dihentikan. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here