Lagi, 2 Tsk Kasus Pengadaan Lahan Man 2 Bengkulu Resmi Ditahan

0
221

BengkuluKito.Com, – Dua tersangka dugaan korupsi pengadaan lahan MAN 2 Kota Bengkulu tahun 2013 yakni MA dan VS akhirnya resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu, Kamis (29/11/2018).

Penahanan kedua tersangka dilakukan setelah diperiksa terlebih dahulu oleh penyidik Kejari selama enam jam.

Kata Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu (Kajari) Bengkulu, Emilwan Ridwan, penahanan dilakukan guna memudahkan proses persidangan.

“Iya, kedua tersangka kita tahan untuk memudahkan proses persidangan nantinya, dan agar para tersangka tidak melarikan diri,” jelasnya.

Selain itu, Kanit Tipikor Polres Bengkulu, Ipda Dwi Wardoyo menjelaskan, berkas kedua tersangka, VS dan MA sudah dilimpahkan kepihak kejaksaan. Kedua tersangka juga sudah mengembalikan uang yang mereka terima.

“Kalau di Pasal 480 KUHP itu, mereka sebagai penerima pasif. Kedua tersangka ini juga sudah mengembalikan uang yang diterimanya masing-masing VS sebesar Rp. 70 juta dan MA Rp. 350 juta, tetapi total yang sudah kami selamatkan untuk menjadi barang bukti sebesar Rp. 1, 371.500.000,” paparnya.

Saat dilakukan penghitungan uang yang dikembalikan oleh kedua tersangka, MA dan VS

Data terhimpun, tersangka MA menerima uang Rp 350 juta dari terpidana Rozali Djafri sekitar bulan Januari dan Februari 2014. Lalu, tersangka VS menerima uang Rp 70 juta pada bulan Mei 2015.

Perbuatan yang dilakukan kedua tersangka jelas melanggar, karena uang yang diberikan Rozali Djafri merupakan uang hasil korupsi pengadaan lahan MAN 2 Kota Bengkulu.

Sebagai kuasa pembeli tanah, terdakwa Rozali membeli lahan tersebut senilai Rp 3 miliar. Sedangkan dana yang dikucurkan sebesar Rp 7,5 miliar dari APBN tahun 2013.

Selanjutnya, pengadaan lahan untuk MAN 2 tersebut dibeli dengan dana yang bersumber dari Kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Bengkulu.

Adapun ketiga tersangka yang sudah ditetapkan terlebih dahulu yakni mantan Kepala Sekolah MAN 2 Kota Bengkulu, (Almarhum) Misrip, Darmawansyah selaku PPK dan kuasa penjual tanah atau calo Rozali Djafri.

Berdasarkan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 4,5 miliar. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here