DPRD Setuju Raperda Larangan Minuman Tuak Jadi Perda

0
60

BengkuluKito.Com, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menyetujui Rancangan peraturan daerah (Raperda) Larangan Minuman Tuak untuk menjadi Peraturan daerah (Perda). Kamis (29/11/2018)

Pengesahan Raperda tentang larangan minuman tuak ini, dilakukan atas tanggapan/jawaban fraksi-fraksi untuk merespon pendapat Walikota Bengkulu atas tiga rancangan peraturan daerah saat Rapat Paripurna.

Disampaikan Ketua DPRD Kota Bengkulu Baidari Citra Dewi, bahwa nantinya legislatif yang akan membahas Raperda tersebut lebih lanjut.

“Ketiga Raperda ini akan ditentukan dan dibahas oleh Bapemperda atau Panitia khusus (Pansus),” jelasnya.

Baidari menambahkan, selanjutnya DPRD Kota Bengkulu akan kembali melakukan Rapat Paripurna internal dan akan membahas apakah ketiga Raperda ini dibahas Bapemperda atau Pansus yang akan dibentuk nanti.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN Kusmito Gunawan mengatakan dengan disetujuinya Raperda ini, maka legislatif akan memanggil eksekutif serta melibatkan stakeholder yang berkaitan dengan aturan yang dibahas.

“Dengan adanya Perda pengendalian minuman tuak, maka nantinya akan ada sanksi bagi pedagang dan pembuat tuak,” ungkapnya.

Selain itu, kata Kusmito, Perda lainnya seperti Perda CSR, agar bisa terorganisir penyalurannya. Untuk Perda Cluster, harus ada peraturan yang jelas bagi pengembang mendirikan perumahan.

“Saya optimis ketiga Raperda ini akan rampung akhir tahun. Raperda ini juga telah ada pembahasan ditingkat ahli dan Bapemperda,” terangnya.

Diketahui, dalam Rapat Paripurna yang digelar oleh Anggota DPRD Kota Bengkulu tadi seluruh fraksi setuju untuk pembahasan inisiatif Raperda dan nantinya disahkan untuk menjadi Perda. (RC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here