Disebut Setor Fee Proyek Rp 99,8 Juta, Ini Kata Waka 1 DPRD BS

0
146

BengkuluKito.Com, – Sidang lanjutan dengan terdakwa Dirwan Mahmud kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, yang menghadirkan dua orang saksi, yakni Ketua DPRD Kabupaten BS, Yevri dan Waka I DPRD Kabupaten BS, Susman Hadi.

Saat sidang berlangsung, JPU KPK Muhammad Asri, menyebutkan sesuai dengan kesaksian mantan Kadis PUPR Kabupaten BS, Suhadi sebelumnya, bahwa Waka I DPRD Kabupaten BS pernah menyetor fee proyek sebesar Rp 99,8 Juta.

Pernyataan Suhadi tersebut dibantah oleh saksi Susman Hadi.

“Kalau saya memberikan fee proyek kepada Suhadi tidak pernah. Kalau pak Suhadi mengatakan saya ada memberikan fee proyek kepadanya silahkan saja. Yang jelas, saya tidak ada,” ungkapnya, Kamis (22/11/2018) di PN Bengkulu.

Selanjutnya, kata Muhammad Asri, sesuai dengan apa yang disebutkan saksi Suhadi sebelumnya, jika benar, berarti saudara saksi memang mendapatkan paket proyek yang ada di Dinas PUPR BS?

“Kalau tidak ada, kenapa saksi Suhadi menyebutkan saudara pernah memberikan fee proyek? Kalau saudara pernah memberikan fee tersebut otomatis saudara mendapatan proyek? Saudara sudah disumpah loh,” tanyanya lagi.

Atas pertanyaan JPU KPK, saksi Susman Hadi tetap membantah pernyataan Suhadi tersebut.

“Itukan kata Suhadi yang mengatakan saya pernah memberikan fee proyek. Tetapi kalau saya tidak pernah memberikan fee atau uang seperti yang disebut Suhadi,” elaknya. (CW3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here