4 Saksi dari Terdakwa Pencemaran Nama Baik Kasek SDN7, Istilah “Pungli” berasal dari anggota DPRD Kota

0
470

BengkuluKito.Com,- Sidang lanjutan perkara orang tua siswa yang mengadu ke DPRD Kota Bengkulu dan berujung menjadi Terdakwa atas dugaan Pencemaran Nama Baik Kasek SDN 7 Kota Bengkulu digelar siang tadi di Pengadilan Negeri Klas 1A Bengkulu (19/11/2018).

Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi a decharge (saksi meringankan) bagi Ibu Isdarmi (Terdakwa) sejumlah 4 orang, antara lain : Hendri Syam (orang tua siswa/Ketua Panitia Pembangunan Musholla), Novi Supriyanti (orang tua siswa/ketua Paguyuban Kelas 1), Iskandar (orang tua siswa/Ketua Pemuda Kelurahan Bajak) dan Hermawan (orang tua siswa/ketua RT).

Keterngan Saksi Hendri Syam menyampaikan awalnya saya dan teman-teman ditunjuk sebagai panitia pembangunan musholla, namun setelah pertengahan jalan panitia diberhentikan oleh kepala sekolah.

“Saya mewakili wali murid ditunjuk sebagai ketua panitia pembangunan musholla di SDN 7, namun dipertengahan jalan kami diberhentikan dan pembangunan dilakukan sensiri oleh sekolah dan komite” terang Hendri Syam didepan majelis hakim.

“Kami semua  panitia tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan dan sirkulasi keuangan, semuanya oleh pihak sekolah” lanjut Mantan Ketua Panitia Pembangunan Musholla SDN7 ini.

Ketua Majelis Hakim Yanto lalu mempertanyakan ada permasalahan terdakwa ini, apa yang saksi ketahui, tanya Yanto kepada Hendri Syam.

“Kami semua hadir di DPRD, sebenarnya kurang tepat karena posisinya saat wawancara terdakwa hanya mengcopy (mengutip-red) dari pernyataan salah seorang anggota DPRD Kota Bengkulu yang menyebutkan jika keluhan yang kami sampaikan, jika pungutan seperti ini diduga sudah pengutan liar” lanjut Hendri Syam.

Hakim kemudian menanyakan siapa anggota dewan tersebut kepada Hendri Syam.

“Saat hearing ada perkataan anggota dewan yang menyatakan jika pungutan seperti itu diduga sudah masuk pungli itu dari pak Kusmito” tegas Hendri Syam.

Hal ini dikuatkan juga oleh keterangan Saksi Novi yang saat itu mewakili Ketua Paguyuban Kelas 1, ia menyampaikan apa yang diterangkan oleh Terdakwa adalah hasil hearing, dan terdakwa mengutip apa yang disampaikan pak Kusmito saat itu.

“Jadi pak hakim, berita dikoran tersebut sebenarnyo itu dikutip dari bahasa pak Kusmito, dan pak kusmito ya benar menyimpulkan memang itu setelah mendengar kenyataan keluhan dan keberatan yang kami sampaikan ke dewan” tambah Ketua Paguyuban Kelas 1 Novi Supriyanti.

Saksi Iskandar yang mewakili pengurus Tokoh Pemuda yang juga orang tua siswa memperkuat keterangan saksi Hendri Syam dan  saksi Novi Supriyanti.

“Kami berempat ko hadir galo pak hakim, benar apa yang disampaikan pak Kusmito memang keluhan kami bukan ecek-ecek ke DPRD, dari hasil hearing ado pernyataan dugaan pungli itu dikutip dari pembicaraan anggota dewan didepan kami” tegas Saksi Iskandar.

Ditambahkan oleh Saksi Hermawan Ketua RT, saat itu setelah hearing ditutup, kami keluar dan terdakwa diwawancarai, apa yang disampaikan terdakwa pada wartawan itu semua hasil dari pembicaraan disaat hearing, ada tuntutan dan keberatan warga dan apa yang disampaikan anggota dewan.

Ketika jaksa menanyakan kepada saksi Novi Supriyanti saat ada berita di televisi adakah terdakwa di wawancarai perihal tersebut ?

“Iya, dia menerangkan apa yang disampaikan oleh anggota dewan. Dan sayo lihat pernyataannya sama dengan pernyataan dewan” jawab Novi Supriyanti yang anaknya tidak naik kelas dan baru menerima raport 3 minggu yang lalu.

Setelah saksi ditanya Jaksa Penuntut Umum, kembali Saksi Iskandar menegaskan orang tua siswa melaporkan sebagai warga negara yang baik dengan melaporkan ke dewan, apa yang keluhan kami kami sampaikan, namun kami tidak pernah menyatakan pungli, itu kami dapatkan dari anggota dewan.

Penasihat Hukum Terdakwa Isdarmi, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH kemudian menanyakan kepada Saksi Novi Supriyanti, apakah benar ada sekolah mewajibkan membeli baju seragam pramuka ?

“Benar, anak saya saat itu siswa baru, sekolah mewajibkan membeli seragam pramuka di sekolah dan janjinya lengkap dengan perlengkapan seperti baret dan lainnya, ternyata perlengkapan pramuka tersebut sampai saat ini hanya diberikan baju saja, dan tidak lengkap” jawab Novi Supriyanti.

“Saya pernah dipanggil ke sekolah untuk menandatangani perjanjian, namun berkenaan dengan anak saya” terang Novi.

Lalu pertanyaan majelis hakim kepada saksi Iskandar, apakah orang tua siswa ikhlas atau terpaksa dalam pembayaran pungutan teraebut.

Saksi Iskandar menjelaskan, Persoalan ikhlas atau tidak itu bukan masalah,  sebenarnya anak saya selama ini mengisi infaq, namun tidak ditentukan nilainya harus berapa. Setelah ada ketentuan setiap jumat Rp.5.000 per orang perminggu disitu kami keberatan.

Atas jawaban Saksi Iskandar tersebut, hakim juga menanyakan satu persatu apakah keberatan atas pungutan tersebut dan saksi-saksi mengamini dan menyatakan keberatan atas pungutan.

“Jadi pungutan tersebut awalnya sukarela dan tidak harus 5.000, namun jadi wajib ketika kami diminta harus Rp.5.000 per orang perminggu itu, ya kami keberatan” ujar Saksi Hermawan.

Seluruh saksi-saksi menyatakan setelah laporan ke DPRD Kota Bengkulu dan atas kejadian ini, sekarang semua siswa hampir 300 orang lebih berhenti menyetor lagi pungutan tersebut, dan pihak sekolah atau guru wali murid tidak lagi meminta pungutan tersebut.

Perlu diketahui Ibu Isdarmi adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki anak sekolah di SDN 7 Kota Bengkulu menyampaikan keluhan para orang tua siswa dan bersama orang tua siswa lainnya memperjuangkan tuntutan tersebut ke DPRD Kota Bengkulu.

Saat setelah mengeluh dan mendapat tanggapan positif dari anggota dewan, Ibu rumah tangga ini diwawancarai oleh koran harian Bengkulu Ekspress, atas wawancara yang menyampaikan apa yang terjadi saat hearing dan apa saja pembicaraan orang tua dan apa yang disampaikan anggota dewan kota bengkulu.

Lalu berita atas wawancara tersebut menyeret ibu rumah tangga ini (Isdarmi) duduk di depan meja hijau menjadi Terdakwa atas laporan dugaan Pencemaran Nama Baik Kepala Sekolah SDN7 karena menuding kasek tersebut melakukan dugaan Pungli.

Sidang perkara ini akan dilanjutkan pada senin (26/11/2018) dengan agenda pemeriksaan saksi a decharge kembali. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here