165 Kasus Terhadap Anak dan Perempuan, 41 Persen Perkosaan

0
251

BengkuluKito.Com, – Yayasan Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu menyayangkan maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Provinsi Bengkulu.

Hal tersebut disampaikan Koordinator program yayasan PUPA Bengkulu, Grasia Renata Lingga melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/11/2018).

“Kami menyayangkan maraknya kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi, terlebih dalam dua bulan terakhir,” ucap Grasia.

Seharusnya, kebijakan berpihak kepada korban dan juga korban harus mendapatkan perlindungan. Baik itu saat pelaporan, proses persidangan maupun setelahnya.

Ditambahkan Grasia, Yayasan PUPA mencatat sepanjang tahun 2017, ditemukan 165 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu. Data tersebut dikumpulkan berdasarkan hasil pendokumentasian.

“Adapun kasus yang paling tinggi adalah perkosaan dengan persentasi 41%. Kasus pelecehan seksual 31,5%, KDRT 17%, penganiayaan 6,1 %, dan yang lainnya kekerasan dalam pacaran, bully, penelantaran, hingga femicide (kekerasan yang berakhir dengan kematian),” paparnya.

Selain itu juga, sambung Grasia, untuk menanggulangi tindak pidana kekerasan terhadap anak Yayasan PUPA bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu.

Bentuk kerjasamanya, membangun kelompok kerja pencegahan dan perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan satuan pendidikan di 114 sekolah (SD dan SMP) dengan membuat mekanisme dan alur penanggulangan kasus.

Hanya saja, kata Grasia, kerjasama tersebut masih dalam tahap penguatan kapasitas tim di masing-masing sekolah.

“Untuk tahun 2019, Disdikbud sudah memastikan penguatan kapasitas tim ini masuk dalam rencana kerja Disdikbud dan DPPPA PP KB Kota Bengkulu, agar bisa berjalan sesuai Tupoksi,” terangnya.

Grasia juga berharap, kedepan partisipasi seluruh masyarakat untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi anak, dan tentu saja tidak menyalahkan korban serta kebijakan yang sudah ada.

Seperti, lanjut Grasia, Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak yang sudah disahkan bulan April lalu, akan tetapi belum juga disosialisasikan ke masyarakat. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here