Perkara Ortu Murid SDN 7, Saksi Wartawan Benarkan Ada Dewan Sampaikan Dugaan Pungli Saat Hearing

1
457

BengkuluKito.Com,– Sidang lanjutan Perkara Pencemaran nama baik atas dugaan pungli Kasek SDN 7 Kota Bengkulu yang menyeret orang tua murid digelar siang tadi (12/11/2018) di PN Klass 1A Bengkulu.

Agenda persidangan kali ini adalah pemeriksaan Saksi dari wartawan harian Bengkulu Ekspress Medi Kharya Saputra yang meliput dan mewawancarai Terdakwa Isdarmi diawali dengan menerangkan cara dan kronologis penulisan berita.

Menurut Medi, Hasil wawancara ditulisnya dan disimpan diserver redaksi, lalu pemimpin redaksi yang mengolah dan mengedit hingga tulisannya menjadi berita.

“Setelah saya wawancara, lalu saya ketik dan disimpan di server redaksi, lalu oleh redaktur dinaikkan menjadi berita,” terang Medi

“Untuk penanggungjawab isi adalah pemimpin redaksi, karena bahan tulisan tersebut sudah di edit dan yang berhak menaikkan berita adalah pimpinan redaksi” jelas Medi didepan persidangan.

Pemeriksaan Saksi Wartawan dari Koran Harian Bengkulu Ekspress ketika diambil Sumpah.

Ketika ketua majelis hakim menanyakan apakah saat itu Terdakwa diwawancarai ada paksaan atau bujuk rayu. Medi menerangkan tidak ada bujuk rayu atau memaksa.

“Saat wawancara saya tidak memaksa atau bujuk rayu kepada terdakwa, dan saya mewawancarai menggunakan rekaman HP, dan saat wawancara juga kami bersama saksi sesama wartawan lainnya” jelas Medi Kharya Saputra.

Penasihat Hukum Terdakwa Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH menanyakan bagaimana cara saksi mewawancarai hingga Terdakwa.

“Bagaimana cara saksi menanyakan sampai pernyataan dugaan pungli kasek SDN 7 itu dijelaskan Terdakwa? Apakah setelah hearing atau sebelum hearing ? ” tanya Usin kepada Saksi Medi.

Diterangkan Medi Kharya Saputra, saya mewawancarai berkenaan dengan point-point yang disampaikan saat hearing dengan dewan tadi, dan bertanya apa aspirasi yang disampaikan. Dan terdakwa menyampaikan hasil setelah haering tersebut.

Lalu kembali Penasihat Hukum Terdakwa menanyakan kepada Saksi Medi.

“Apakah saksi ikut Hearing dan apakah ada anggota DPRD Kota Bengkulu yang menyampaikan aspirasi warga ini termasuk dugaan pungli ?” Lanjut Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH

“Jadi saya ikut Hearing tersebut, didalam hearing ada anggota DPRD membicarakan keterkaitan pungli yang dilakukan kasek dan beberapa masalah di SDN 7, lalu setelah acara hearing saya mewawancarai Terdakwa” jawab Saksi Medi

“Setelah itu, saya konfirmasi dan mewawancarai anggota DPRD Kota Kusmito Gunawan yang menemui warga tadi, dan saya menanyakan soal terkait hasil hearing tadi dan dia ¬†membenarkan adanya keterkaitan dugaan pungli yang dilakukan Kasek dan permasalahan lainnya di SDN 7” ungkap Medi saat menjawab pertanyaan penasihat hukum.

Mendengar keterangan saksi tersebut, Penasihat Hukum Terdakwa bertanya kembali kepada saksi Wartawan.

“apakah saksi sebagai wartawan memberikan hak jawab dengan menghubungi Saksi Korban (Kasek SDN7-red) dan apakah saksi korban pernah menghubungi Saksi atau Pemimpin Redaksi” urai Usin

Atas pertanyaan tersebut, Saksi Medi menjawab tidak menghubungi Kasek SDN 7 untuk bertanya terkait tudingan Pungli tersebut kepada Kasek, dan saksi tidak pernah dihubungi kasek SDN 7 untuk menggunakan Hak Jawab atau membantah hasil wawancara terdakwa.

Suasana sidang pemeriksaan saksi Medi Kharya Saputra

Mendengar keterangan Saksi Medi tersebut, hakim menyela dan kembali bertanya kepada Saksi Wartawan.

“Biasanya kan ada hak jawab atau membantah melalui kolom surat pembaca, apakah Koran Saudara menyediakan kolom Surat Pembaca?” Tanya Ketua Majelis Hakim.

Atas pernyataan tersebut Saksi Wartawan Medi menerangkan, kolom surat pembaca tidak ada, namun bisa menghubungi Pimred atau kami dan bisa melalui surat ataupun online.

“Setelah berita terbit, Kasek SDN 7 tidak pernah menghubungi kami ataupun redaktur, dan sepengetahuan saya dia langsung melapor ke polda” tutup Medi Kharya Saputra.

Dari keterangan saksi Medi, dibenarkan Terdakwa Isdarmi, sidang kemudian ditutup oleh majelis hakim dan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan keterangan saksi meringankan (adecharge) yang diajukan Penasihat Hukum sebanyak 14 orang saksi pada tanggal 19 November 2018 akan datang (CW1)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here