Kak Seto: Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Harus Ditindak Tegas

0
133

BengkuluKito.Com, – Terkait maraknya kasus kekerasan terhadap anak, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku, terutama yang terjadi di Provinsi Bengkulu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Komnas PA, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, saat mendatangi Kantor Pemprov Bengkulu. Senin (12/11/2018).

“Sudah jelas dalam undang-undang, siapapun yang melakukan kekerasan terhadap anak akan mendapatkan sanksi pidana. Untuk kekerasan seksual terhadap anak akan lebih tinggi lagi sanksinya, dan ditambah sepertiga hukuman jika yang melakukan orang tuanya sendiri,” ujarnya.

Itu semua, kata Kak Seto, harus ditegakkan dan dikawal oleh seluruh pemangku kepentingan dan kebijakan perlindungan anak, termasuk juga media.

Ditambahkannya, ia meminta siapapun yang mengetahui adanya kekerasan terhadap anak termasuk juga kekerasan seksual, jika diam saja dan tidak melapor bahkan menutup-nutupi itu maka bisa dikenakan sanksi pidana.

“Kekerasan terhadap anak jika terjadi di Provinsi Bengkulu, itu yang berhak melapor adalah lembaga perlindungan dari Provinsi Bengkulu, karena kami tidak memiliki kewenangannya. Akan tetapi, kami akan mendesak semua pemangku kebijakan perlindungan anak agar betul-betul mengedepankan kepentingan anak di Provinsi Bengkulu,” terangnya.

Selain itu juga, sambung Kak Seto, pihaknya baru saja melakukan kesepakatan dengan Plt.Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, untuk memberdayakan potensi masyarakat yang ada dan membentuk Seksi Perlindungan Anak Tingkat Rukun Tetangga (SPARTA)

Diketahui, pada tingkat rukun tetangga baru ada satu seksi dan sekarang ditambah lagi satu seksi untuk perlindungan anak. Jadi, apabila nanti ada kekerasan terhadap anak, segera ditindak dan langsung berkoordinasi dengan Polsek ataupun Polres terdekat.

“Kami sangat mengharapkan Provinsi Bengkulu menjadi provinsi pertama yang seluruh kabupaten/kota untuk RT nya sudah dilengkapi dengan SPARTA. Kami akan melaporkan ke Museum Rekor Indonesia dan Dunia (MURI) serta LPA, Bengkulu paling lengkap dan aktif,” tutupnya. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here