Jurus Siapkan Dana Pernikahan Agar Tak Membengkak

0
365

Menikah memang murah, yang mahal adat dan gengsinya. Betapa banyak prosesi pernikahan yang harus menguras kantong hanya agar bisa dibilang ‘wah, pernikahannya meriah ya’ atau sekadar demi foto-foto pernikahan yang ciamik di feed instagram. Menikah bisa jadi mahal.

Jika sudah begitu, hampir bisa dipastikan anggaran untuk dana pernikahan membengkak. Nah, bagaimana mengantisipasinya bagi Anda yang kini berniat untuk menikah?

Perencana Keuangan, Prita Hapsari Ghozie mengatakan, hal yang penting diperhatikan dalam menyiapkan dana pernikahan ialah menentukan budget yang dimiliki. Menurut Prita, semakin awal persiapannya bakal semakin baik.

“Biasanya calon pengantin hanya punya waktu 1 tahun untuk persiapan. Jadi, sudah agak terlambat juga untuk mengumpulkan dana dalam jumlah besar. Pembagiannya untuk acara pra-nikah, akad nikah dan resepsi, serta bulan madu,” katanya. Senin, (12/11/2018).

Adapun waktu yang ideal untuk menyiapkan dana pernikahan, dari awal seseorang yang memiliki rencana menikah mulai berpenghasilan.

“Misal budget Rp 100 juta, kemungkinan harus dipersiapkan sekitar 3 tahun sebelumnya apabila hanya mengandalkan gaji karyawan fresh graduate,” ucap dia.

Cara lainnya, Prita menyebut, bisa menyisihkan dari dana di luar penghasilan rutin. Seperti, uang THR, bonus atau hadiah yang didapat.

Lebih lanjut, Prita menganjurkan untuk calon pengantin agar merancang konsep dengan matang yang telah mempertimbangkan hal-hal yang menjadi prioritas dalam pernikahan.

“Pilih mana acara yang paling penting,” katanya.

Ia mengimbau pula agar calon pengantin banyak mencari tahu seputar pernikahan. Mulai dari bertanya pada teman yang sudah berpengalaman, menghadiri pameran vendor pernikahan, hingga berkonsultasi dengan wedding organizer tentang variasi paket pernikahan yang bisa dipilih.

Sementara itu, Prita juga menekankan agar calon pengantin mengantisipasi hal-hal yang bisa menyebabkan dana pernikahan membengkak. Beberapa hal itu ialah perubahan konsep acara, penambahan jumlah tamu, hingga tuntutan keluarga besar.

“Biasanya anggaran bengkak antara 20 persen hingga 30 persen dari target awal,” tegasnya.

Maka dari itu, Prita menegaskan agar calon pengantin tetap fokus pada acara akad nikahnya. Sedangkan lain-lainnya bisa mengikuti dana yang tersedia.

“Biasanya, calon pasangan sering terdorong peer pressure dalam menyiapkan pernikahannya. Bisa karena teman, saudara, mau pun “banyak mau” melihat postingan di media sosial. Saya saran jangan sampai berutang untuk biaya pernikahan. Ingat loh, masih ada dana pembelian rumah,” tandasnya. (Kumparan.com/Rillis).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here