Diduga Jual Kosmetik Ilegal, BPOM Sebut Sudah Beri Sanksi Administrasi Apotek Paten

0
791

BengkuluKito.Com, – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI Bengkulu menegaskan sebelumnya pihak BPOM sudah mengetahui adanya dugaan kosmetik atau obat cream siang malam, serta obat jerawat yang diduga illegal diproduksi oleh Apotek Paten.

Karena itu, pihaknya sudah memberikan sanksi administrasi berupa surat peringatan yang sudah dilayangkan kepada Apotek Paten.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Rina Sukrina.

“Kami dari BPOM RI Perwakilan Provinsi Bengkulu sudah tahu terkait penjualan obat Illegal tersebut dan telah memberikan sanksi administratif,” ucap Rina, Kamis (8/11/2018).

Surat peringatan tersebut, sambung Rina, terakhir dilayangkan pada November 2017 yang langsung diberikan dari BPOM Pusat. Terakhir sudah diingatkan sebanyak dua kali.

Ditambahkannya, apabila sudah diingatkan berulang kali tetapi tidak ditanggapi maka akan ada sanksi Pro Justitia.

“Sanksi pro justitia sendiri dilakukan oleh penyidik dari BPOM yang dinamakan PPNS BPOM, yang terdiri dari 8 orang,” jelas Rina.

Salain itu, kata Rina, salah satu alasan mengapa penjualan obat illegal tersebut terus dilakukan dan tidak menimbulkan efek jera walaupun telah diberikan sanksi? karena keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan tersebut cukup besar.

Sementara itu, Kepala BPOM RI Perwakilan Provinsi Bengkulu Syafrudin T, menyatakan bahwa penjualan kosmetik illegal tersebut memang untungnya besar.

Kepala BPOM RI Provinsi Bengkulu, Syafrudin T

“Sebelumnya, dari 18 penjual kosmetik 10 orang dinyatakan sebagai penjual kosmetik illegal, dan telah kami tangkap serta dimeja hijaukan,” ungkapnya.

“Terkait kasus yang menimpa Apotek Paten Bengkulu, kami dari BPOM RI Perwakilan Provinsi Bengkulu akan membantu sepenuhnya pihak penegak hukum untuk memproses kasus tersebut. Biarlah aparat penegak hukum berperan maksimal dalam menangani kasus tersebut,” pungkasnya. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here