Bendahara RSUD Bengkulu Tengah Terjaring OTT

0
1621

BengkuluKito.Com, – ML, Bendahara RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah beserta YY seorang perawat diduga terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan unit Tipikor Polda Bengkulu, Rabu (7/11/2018) kemarin.

Data terhimpun, OTT yang dipimpin langsung AKBP Adi Arisandi, Kasubdit beserta Kanit Tipikor Kompol Imam Wijananta, Tipikor Polda Bengkulu dan empat orang anggota tersebut berlangsung sekira pukul 16.00 WIB.

OTT tersebut terkait dana Gabungan Usaha (GU) RSUD Bengkulu Tengah dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Puskesmas yang diduga adanya pemotongan 10 persen dari pencairan per-tiga bulan sekali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Benteng.

Saat dikonfirmasi melauli via WhatsApp, Kepala bagian Hubungan Masyarakat ( Kabid Humas) Polda Bengkulu, AKBP Sudarno, mengatakan realeas kegiatan OTT tersebut menunggu gelar perkara.

“Realeasnya tunggu gelar perkara ya,” ujar Sudarno, Kamis (8/11/2018).

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Septi Peryadi, mengakui baru mendapat informasi tentang adanya Operasi Tangkap Tangan yang terjadi di Bengkulu Tengah.

Ia mengakui belum menerima informasi secara jelas siapa yang terjaring OTT tersebut.

“Ini kebetulan saya baru pulang dari Dinas Luar (DL) dan belum sampai ke Bengkulu Tengah. Kalaupun itu benar terjadi OTT yang melibatkan oknum ASN di Bengkulu Tengah, maka untuk kasus ini tidak ada ampun,” tegasnya.

Baca Juga : Pasca OTT Bendahara RSUD Benngkulu Tengah jadi Tersangka

Kendati demikian, sambung Septi, pihaknya menyerahkan kepada proses hukum yang berjalan, dan aparat dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Sebab, siapapun yang melakukan penyimpangan tersebut harus merasakan resikonya.

“Kita jauh-jauh hari sudah mengingatkan kepada seluruh ASN bahwa setiap kegiatan jangan sampai ada penyimpangan. Tapi, kalau ada staf kita terlibat melakukan itu silahkan aparat penegak hukum memprosesnya secara bijak,” ungkapnya. (MY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here