“Ratakan Bangunan Ini, Sehingga Tidak Ada Lagi Praktek Prostitusi”

0
99

BengkuluKito.Com, – Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan, untuk meratakan bangunan yang berada di Terminal Sungai Hitam karena diduga menjadi tempat praktek-praktek prostitusi.

Hal tersebut disampaikannya saat hadir menyaksikan penggusuran bangunan-bangunan itu dengan menggunakan Buldozer, Rabu (7/11/2018).

Kata Dedy, sudah berulang kali dan bertahun-tahun tidak ada penyelesaian. Bahkan Ketua RT sudah sering melakukan peringatan disini.

“Bangunan ini punya pemerintah, mereka menempati tanpa izin. Tidak ada jalan lain, kecuali kita ratakan bangunan ini sehingga tidak ada lagi praktek-praktek prostitusi,” tegasnya.

Ditambahkan Dedy, pihaknya meratakan bangunan tersebut menggunakan alat berat Buldozer.

“Ini sebagai tanda, bila ada tempat yang seperti ini juga kita akan ratakan dengan alat berat Buldozer,” ungkapnya.

Dedy menjelaskan, telah banyak yang bisa dijadikan bukti kenapa tempat disini harus digusur. Yakni, ada pedagang yang menjual tuak dan wanita yang menjajakan dirinya.

“Ini langkah terakhir, dan kita robohkan bangunan itu sebagai bentuk sinyal bagi tempat lain,” terangnya.

Nanti, kata Dedy, setelah Warem dan tempat maksiat tersebut digusur akan dibangun pasar tradisional seperti di Pasar Minggu dan Pasar Panorama.

Terhimpun, penggusuran tersebut dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB dengan menggunakan alat berat Buldozer dan langsung diawasi oleh pihak Pemkot, Kapolsek, Ulama, Satpol PP Kota, dan Dishub Kota Bengkulu. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here