Kelola Program Kemitraan UKM, Walikota Bengkulu Launching “Kota SDGs” bersama Baznas

0
82

BengkuluKito.Com,- Berawal dari Seminar di IAIN Bengkulu, akhirnya Kota Bengkulu meluncurkan program kemitraan bersama BAZNAS, LAZ, Filantropy Indonesia, Kampus dan Masyarakat.

Hal ini diceritakan oleh ketua panitia launching Dediyanto,S.Pt saat acara peluncuran program di Kelurahan Sumber Jaya (7/11/2018)

“Launchingnya Kota SDGs berawal dari seminar di IAIN Bengkulu ttg kemiskinan dan kekumuhan yg merupakan bagian dari 17 masalah SDGs dirasa perlu utk action, sehingga di diluncurkan kerja bareng multi pihak yg diberi nama “kota SDGs” urai Ketua Panitia Acara Dediyanto,S.Pt.

Ditambahkan Dediyanto,S.Pt, Peluncuran “kota SDGs”  ini pertama di Indonesia, yakni kota yang berkomitmen untuk menerapkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dalam praktek kehidupannya.

Ketua Panitia Dediyanto,S.Pt saat memberikan penjelasan tentang “Kota SDGs”

Acara peluncuran “Kota SDGs” yang dibuka oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan,SE dihadiri juga Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS Randi Swandaru.

Program peluncuran “Kota SDGs” dihadiri pula dari unsur pemerintah melibatkan Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Program kota tanpa kumuh/KOTAKU dan Pemerintah Kota Bengkulu. Dari kampus turut berpartisipasi Universitas Bengkulu, IAIN Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Dehasen dan Universitas Hezairin. Lembaga Swadaya Masyarakat melibatkan Koalisi Perempuan Indonesia, Cahaya Perempuan dan BKM Maju Jaya.

Sementara itu program ini kerjasama dari gerakan zakat berperan aktif LAZ IZI, Yakesma, LAZISMU, LAZISNU, BMH, BAZNAS Provinsi Bengkulu dan BAZNAS Kota Bengkulu.

Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas Randi Swadaru menyampaikan bahwa BAZNAS saat ini melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program pengelolaan sampah menjadi biji plastik serta membantu para pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk memiliki gerai berdagang dan dapat mengemas produk dengan lebih baik. Selain itu BAZNAS juga memberikan dorongan dari sisi spiritual melalui dai-dai yang akan membangun kesadaran dalam pelestarian lingkungan agar masyarakat dapat cepat menyesuaikan diri dengan tujuan-tujuan SDGs.

“Tahap awal dari dua program yang BAZNAS laksanakan, bermanfaat bagi lebih dari 600 kepala keluarga kurang mampu di pusat kota Bengkulu” ujar Randi Swadaru.

“Pengembangan Kota SDGs ini sejalan dengan semangat zakat, yakni pembangunan manusia. BAZNAS mendorong berbagai program yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui Program Waze Manajemen System dengan memanfaatkan limbah menjadi produk berdayaguna,” katanya.

Dalam program pengelolaan sampah kota, BAZNAS memberikan mesin pengolah sampah plastik menjadi biji plastik agar produk yang dihasilkan memiliki nilai lebih. Setelah dipilah, sampah organik diproses untuk menjadi pupuk bagi tanaman Urban Farming. Sementara itu limbah lain diproses menjadi produk kerajinan dengan berbagai varian.

Dalam penguatan UKM, BAZNAS membantu membangunkan gerai berjualan di wilayah dermaga dan kawasan wisata mangrove yang strategis. Pelaku UKM lain memperoleh bantuan pengemasan produk sehingga lebih memiliki nilai jual.

Walikota Bengkulu Helmi Hasan,SE dalam sambutannya saat peluncuran “Kota SDGs” menyampaikan Pemerintah Kota Bengkulu berharap, Kelurahan Sumber Jaya dapat menjadi titik awal untuk pencapaian SDGs di seluruh wilayah Kota Bengkulu, sehingga dapat mengangkat derajat kehidupan warga kota Bengkulu.

“Kami sangat mendukung kepercayaan Kota Bengkulu sebagai kota SDGs pertama di Indonesia. Semoga seluruh program dapat memberi manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Bengkulu,” ujar Walikota Bengkulu Helmi Hasan,SE

Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia, Hamid Abidin mengatakan, pihaknya mendorong dan memfasilitasi kemitraan ini karena sejalan dengan prinsip “integrasi” dalam SDGs.

“Melalui kemitraan, persoalan perkotaan di Bengkulu bisa diatasi secara bersama. Masing2 pihak juga berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan sumberdaya yang dimiliki. Ini bisa jadi model kemitraan dengan plarform SDGs yg bisa dicontoh kota-kota lainnya di indonesia,” katanya. (CW1/Rillis)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here