Tak Ingin Dikepung Maksiat, Wawali Gelar Razia

1
949

BengkuluKito.Com, – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Wakil Walikota, Dedy Wahyudi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Minggu (4/11/2018) dini hari menggelar razia di warung remang-remang dan beberapa tempat yang diduga sering terjadinya maksiat.

Dalam razia tersebut, beberapa perempuan cantik berhasil diamankan karena tidak bisa menunjukkan identitas diri kepada petugas.

Beberapa perempuan yang berhasil diamankan dalam razia

Wawali Dedy Wahyudi yang langsung memimpin razia mengatakan, bahwa hari ini pihaknya menertibkan tempat-tempat yang diduga sering terjadinya maksiat, karena tidak ingin Kota Bengkulu ini dikepung oleh maksiat.

Kata Dedy, disini menjual tuak sama halnya seperti menjual kopi. Wanita-wanita menjajakan diri juga ada dimana-mana.

“Karena itu, kami menyisiri sepanjang pantai ini dan tempat-tempat yang illegal. Kita bisa pastikan dalam beberapa waktu kedepan akan kita bersihkan,” ungkapnya.

Untuk itu, sambung Dedi, ia juga memohon kepada masyarakat untuk memperkecil pelaku-pelaku maksiat di Kota Bengkulu.

Ditambahkan Dedy, sebelumnya tempat hiburan malam di Terminal Sungai Hitam dan Betungan yang diduga ada praktek prostitusi sudah diberikan waktu selama tiga hari terhitung sejak Senin hingga Kamis, semuanya harus bersih.

“Jika ada yang tidak mau pindah, kita yang akan paksa untuk pindah,” tegasnya.

Untuk bangun-bangunan permanen yang dijadikan tempat hiburan, terang Dedy, Pemkot bekerjasama dengan pihak perusahaan dan berkoordinasi dengan Pemprov akan menata sedemikian rupa.

“Pemerintah kota tidak melarang bagi mereka untuk berusaha tetapi tidak boleh dijadikan tempat tinggal apalagi menyediakan wanita-wanita malam,” jelasnya.

Disisi lain, Kasatpol PP Kota Bengkulu Mitrul Ajemi menjelaskan bahwa operasi ini adalah rutinitas. Namun, sekarang ini di inginkan oleh Walikota dan Wakil Walikota terpilih untuk ditindaklanjuti agar tercipta Kota Bengkulu yang religius khususnya di pesisir pantai.

“Pesisir pantai panjang ini banyak masyarakat yang resah, sebab yang seharusnya tempat kuliner namun dialih fungsikan pada malam hari. Nanti akan kita tertibkan, agar nantinya pesisir pantai bisa disenangi oleh kalangan dari luar maupun dari dalam,” bebernya.

Terkait hal itu, tambah Mitrul, untuk bangunan yang tidak memilki izin agar di bongkar sendiri dan apabila tidak diindahkan maka akan dipaksa bongkar.

Terhimpun, beberapa perempuan yang berhasil diamankan dalam razia tersebut karena tidak bisa menunjukkan identitas diri dan diperiksa terlebih dahulu di Kantor Camat Ratu Samban. (CW2)

1 KOMENTAR

  1. Sangat setuju dgn razia razia seperti ini, tapi kalau memang mau lebih baik lagi sebaiknya sasaran jangan hanya warung remang remang saja yg modal usaha kecil dan mungkin tidak ada izin usaha atau nggak bayar pajak, bagaimana dengan hotel, diskotik, dan lain lain,,,yang notabene memang usaha hiburan. Agar tidak salah persepsi, penertiban prilaku sosial atau izin usaha yang mau ditertibkan(saran).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here