WISATA REMANG-REMANG di KOTA BENGKULU

0
458

Deden Abdul Hakim, SH *

Beberapa malam hari yang lalu saya berkeliling di Kota Bengkulu dengan maksud hati ingin menikmati gemerlap kelap-kelip cahaya pemandangan malam selain yang sudah menjadi kebiasaan saya dan keluarga kecil saya berkeliling juga disaat week end.

Di Kota Bengkulu sendiri digadang-gadang memiliki banyak obyek wisata Bahari dan Wisata Sejarah menimbulkan kekaguman yang luar biasa bahkan potensi wisata ini diyakini oleh banyak pengamat akan memunculkan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak sedikit nilainya.

Namun, sangat disayangkan sekali pemanfaatan potensi wisata yang ada ini tidak dilakukan secara maksimal atau kalau boleh saya menggunakan kata yang lebih jelas lagi bahwa pemanfaatan pengelolaan obyek wisata di Kota Bengkulu telah mengalami kemunduran.

Betapa tidak, sekarang banyak lokasi wisata tidak terfasilitasi dengan penerangan yang memadai sehingga memunculkan efek “Cahaya Remang-Remang” seperti di pondok-pondok pinggir pantai panjang, disekitar pedagang makanan dan minuman ringan dipinggir jalan Pantai Panjang dan bahkan terjadi gelap gulita disaat malam hari, seperti jalan menuju spot-spot wisata tidak diterangi oleh lampu jalan, Benteng Marlborough yang gelap, Tapak Paderi yang gelap, Taman Pantai Berkas yang gelap, bahkan Sport Centre sekalipun tidak menjanjikan lagi sebuah keamanan dan kenyamanan untuk melakukan olahraga malam.

Lantas apa yang akan dibanggakan jika semuanya gelap??? Kalau bahasa jaman kekinian “apa yang mau diposting di medsos kalau spot nya saja tidak nampak?”

Perlu disadari bahwa masyarakat perkotaan itu bukan hanya penikmat wisata disaat siang hari, mengingat disiang hari masyarakat kota disibukkan dengan aktifitas bekerja, begitu pula jika ada masyarakat yang dari Propinsi lain yang ke Propinsi Bengkulu sebagian besar karena ada kunjungan pekerjaan.

Kapan waktu yang cocok bagi pengunjung menikmati obyek wisata di Kota Bengkulu bagi masyarakat yang disebut tadi??? Jawabannya ya sore atau malam hari.

Lalu bagaimana bagi yang benar-benar menikmati wisata dengan wisatawannya menginap??? Tentu jawabannya ada potensi menikmati obyek wisata dimalam hari.

Akankah dapat dinikmati atau dikunjungi obyek wisata yang ada dengan kondisi gelap gulita???

Di beberapa kota besar lain, saat malam hari bukanlah sebuah penghalang untuk menikmati obyek wisata. Tentu para pemangku kebijakan sudah mengetahui hal itu, dan sangat ingin berbuat yang sama terhadap obyek wisata yang ada, namun tidak jelas juga mengapa tidak mampu melakukannya menjadi lebih baik.

Kalau boleh menggunakan bahasa teman saya : “Jangankan meningkatkan, menjaga apa yang sudah ada saja tidak mampu”. Wah… agaknya harus menjadi perhatian khusus jikalau begitu…

Beberapa obyek wisata di Kota Bengkulu bagi sebagian banyak masyarakat awam (penikmat wisata) merupakan tanggungjawab Pemerintah Kota Bengkulu, pemikirannya sederhana karena letaknya di wilayah Kota Bengkulu, padahal sebenarnya ada juga obyek wisata yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Propinsi Bengkulu.

Tidak tahu apa kepentingan pastinya, namun kondisi kuasa-menguasai obyek wisata ini tidak pernah usai sejak dahulu, bahkan terkadang akan saling lempar tanggungjawab jika muncul beban pendanaan dan/atau ingin memiliki jika ada hasil pendapatan.

Harusnya limpahkan saja tanggungjawab itu kepada Pemerintah yang mau bertanggungjawab mengelolanya dalam hal ini Pemerintah Kota Bengkulu rasanya siap atau sebaliknya justru Pemerintah Propinsi yang siap.

Masyarakat penikmat spot wisata tidak mempersoalkan siapa yang akan bertanggungjawab, tetapi masyarakat hanya ingin menikmati wisata dengan nyaman dan aman yang pada akhirnya dapat melepaskan penat rutinitas kerja.

*Pemerhati Wisata dan sosial masyarakat

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here