Lanjutan Sidang Pencemaran Nama Kasek SDN 7, Kasek SDN 7 akui tandatangannya di Kartu Terima Pungutan 5.000 perminggu

0
229

BengkuluKito.Com,-  Sidang Lanjutan perkara Pencemaran Nama Baik Kepala Sekolah SDN 7 digelarbsiang tadi di Pengadilan Negeri Bengkulu (29/10/2018) yang dipimpin oleh Fitrizal Yanto,SH.

Setelah disumpah, saksi ditanya keterangan oleh hakim seputar dasar hukum dan fakta-fakta disekolahnya.

Setelah JPU bertanya dan kesempatan untuk bertanya bagi Penasihat Hukum Terdakwa Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH.menanyakan tentang Pelaporan Dana Pembangunan Mushollah.

“Apakah ada laporan dana dan penggunaannya?” Tanya Usin

Saksi Apriyanti langsung mengatakan ada, dan menunjukkan bukti laporan.

“Ada pak, ini laporan pengumpulan dana dari masing-masing kelas, dan saya akan berikan copy bukti kepada majelis hakim nanti setelah dipilah-pilah” jawab Saksi Apriyanti sambil menunjukkan laporan tersebut kehadapan majelis hakim.

Ketika diperlihatkan bukti laporan tersebut, justru membuat penasihat hukum Terdakwa meminta laporan tersebut sebagai turunan bukti persidangan.

“Karena dalam persidangan yang lalu, bendahara panitia pembangunan musholla menerangkan tidak pernah melaporkan penggunaan dana dan dikuatkan oleh keterangan saksi Mukhtar sebagai ketua komite yang tidak pernah terima laporan, maka kami dengan ini meminta kepada majelis hakim atas coy turun bukti laporan tersebut” tegas Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH sesaat setelah saksi menunjukkan bukti laporan tersebut.

Pertanyaan lanjutan dari penasihat hukum mengarah pada pembuktian adanya pungutan yang diketahui saksi dan nilai yang dipatok kepada masing-masing Rp.5.000,- setiap wali murid dan setiap minggu.

“Saksi benarkah pungutan itu Rp.5.000 setiap minggu dan ada kartu kontrol pembayaran yang saksi tandatangani dibawah ini ? ” tanya Usin sambil menunjukkan bukti kartu kontrol pembayaran dihadapan saksi dan majelis hakim.

Atas pertanyaan tersebut, saksi kepala sekolah Apriyanti menerangkan benar.

“Iya, benar itu dan benar tandatangan saya” terang saksi Apriyanti.

Dilanjutkan pertanyaan Penasihat Hukum Terdakwa, apakah saksi mengetahui dari dana Rp.5.000 tersebut ada pembagian Rp.2.500 untuk pembangunan musholla dan Rp.2.500 untuk bayar tambahan honor ?

Saksi Aapriyanti menjawab “iya saya mengetahui dan memang benar”.

Baca Juga : Hakim ingatkan Saksi Kasek SDN 7 “Hati-Hati” salah kelola dana Sekolah bisa dipenjara

Setelah penasihat hukum bertanya, ketua majelis hakim menanyakan apakah ada yang keberatan dari Terdakwa, diterangkan terdakwa ada yang benar dan yang salah, terutama yang salah berkenaan dengan keterangan kesepakatan bersama orang tua wali tidak semua. (CW1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here