Kreatif, Mahasiswa IAIN Curup Buat Gelang Rajut Bernilai Ekonomis

0
308

BengkuluKito.Com, – Di jaman yang serba cepat dan dimanjakan dengan kemajuan tekhnologi seperti sekarang ini, tak banyak mahasiswa yang memiliki daya kreatifitas sehingga mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis.

Namun tidak demikian dengan salah satu mahasiswa IAIN Curup yang juga menjabat sebagai Ketua Umum, Mahasiswa Pecinta Alam STAIN (Mapasta) Curup, Fevo Wahyu Anugerah.

Mahasiswa IAIN Curup, Fevo Wahyu Anugerahj

Melalui kreatifitasnya, Fevo sapaan akrabnya bersama pengurus dan anggota Mapasta lainnya mampu membuat gelang rajutan dari benang warna-warni jenis wol yang bernilai ekonomis.

Diceritakan Fevo, pembuatan gelang rajutan tersebut bermula ketika mereka kedatangan tamu dari Banten bernama Jajang.

Saat berada di sekretariat Mapasta, Jajang mulai merangkai gelang rajutan tersebut dan menawarkan kepada anggota dan pengurus Mapasta untuk dijual.

Selanjutnya, kata Fevo, karena melihat gelang rajutan itu unik dan memiliki nilai ekonomis maka mereka mulai belajar kepada Jajan.

Diakui Fevo, dirinya mulai belajar dan mampu membuat gelang rajut tersebut hanya memerlukan waktu satu hari saja.

Cara pembuatan gelang rajut tersebut, jelas Fevo, dengan cara merajut dua tali yang berbeda warna. Kemudian, diikat menggunakan simpul disetiap helai benang sehingga menghasilkan motif atau tulisan yang diinginkan sehingga siap untuk digunakan.

“Gelang rajut itu merupakan kombinasi dari dua tali dengan warna berbeda. Lalu, dirajut sesuai pesanan. Apakah ingin dibuat nama, inisial, atau motif,” ucapnya, Minggu (28/10/2018) di Sekretariat Mapasta.

Model gelang rajut hasil kreatifitas mahasiswa IAIN Curup, Bengkulu

Selama satu hari, lanjut Fevo, dirinya bisa menghasilkan tiga buah gelang rajut.

“Tiap masing-masing gelang itu dijual sesuai pesanan dan tingkat kesulitannya. Standarnya itu biasa dijual Rp. 25 ribu,“ tuturnya.

Dari hasil penjualan gelang rajut ini, terang Fevo, dirinya dan teman-teman di Mapasta IAIN Curup mampu membantu membiayai operasional organisasi.

“Selama satu bulan itu kami mampu menghasilkan uang senilai Rp. 500 ribu dari penjualan gelang rajutan,” terangnya.

Fevo berharap, kreatifitas pembuatan gelang rajut tersebut dapat terus dipertahankan dan dilanjutkan. Sebab, hal itu dapat menjadi salah satu solusi untuk membiayai operasional organisasi. (CW2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here