OSO : HANURA itu Partai yang Berjuang Untuk Kepentingan Daerah

0
264

BengkuluKito.Com,- Menanggapi Hasil beberapa survey seperti yang dilansir Litbang Kompas beberapa waktu yang lalu menyatakan Partai HANURA tidak lolos di parlemen, membuat Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) buka suara.

Iya meyakini partainya bisa melebihi ambang batas lolos parlemen sebesar 4% karena survey dilakukan atas tendensi partai, bukan para caleg yang kuat didaerah.

“Itu kan yang survei siapa, semua dibayar. Tapi nanti berakhir ketika faktanya di lapangan setelah terjadi pemilihan. Apakah benar di bawah apa tidak. Jadi kalau ada orang yang mengecil-ngecilkan biarin ajalah. Namanya juga politik,” ujar OSO di sela kunjungannya di Moscow, Rusia, Kamis (25/10/2018).

OSO mencontohkan bagaimana Hanura berada di tingkat kedua dalam Pilkada 2018. Posisi Hanura di Pilkada 2018 menurutnya berada di atas partai-partai pemenang Pemilu 2014.

“Rating Hanura naik seiring dengan kabdidat yang kita usung Menang baik di Gubernur maupun ditingkat kabupaten/kota dibandingkan dengan partai-partai yang ada di Indonesia. Kita nggak bangga juga. Biasa aja. Tapi Orang aja yang heboh,” sebut OSO yang menjabat Ketua DPD-RI.

“Teori dan praktik berdasarkan pengalaman kita. Yang kita pilih, semua figur, yang berkoalisi dengan kita lah yang benar. Jangan dibalik,” imbuh OSO.

Senada dengan pernyataan Ketum Hanura OSO, Sekretaris DPD Hanura Propinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH ketika dikonfirmasi Hasil Survey Litbang Kompas.

Usin menambahkan, hasil survey bagi Hanura di Bengkulu hanyalah sebagai pengingat dan cambuk bagi kader dan calegnya untuk memenangkan kontestasi politik di pemilu 2019.

“Saya ingat betul, banyak hasil survey yang menyatakan begitu, Hanura itu sudah membuktikan dirinya, 2 kali pemilu 2009 dan 2014 disebut tidak Lolos Parlementiary Throushold (PT), nyatanya kita lolos di DPR, bahkan kita menang di DPRD Propinsi, kabupaten/kota. seperti halnya juga saat pemilukada” imbuh usin abdisyah putra Sembiring,SH dikantornya.

Mungkin survey itu bicara suara partai, tapi ketika pemilu, suara juga ada di caleg, dan hanura unggul di kekuatan ketokohan caleg di daerah masing-masing.

“Diranah suara caleg Hanura memiliki kekuatan itu, bukan hanya caleg mampu tetapi caleg hanura adalah mereka yang terbukti telah bekerja untuk perjuangan dan aspirasi di masyarakat” ujar Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH yang juga caleg DPRD Propinsi di dapil Kota Bengkulu ini.

“Ketum Hanura selalu mengingatkan kami di daerah, OSO selalu harapkan pengurus, anggota DPRD dan kadernya betul-betul mewakili rakyat di daerahnya (DAPIL), artinya aspirasi rakyat sebagai konstituen Hanura garus diperjuangkan” jelas Pengacara Senior di Bengkulu ini.

Seperti yang dilansir pada hasil survey kompas, Survei Litbang Kompas mengambil 1.200 responden secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat (stratified random sampling) di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error +/- 2,8 persen.

Parliamentary threshold (PT) atau ambang batas suara untuk parlemen buat Pemilu 2019 telah ditetapkan sebesar 4 persen. Namun, menurut hasil survei ini, hanya lima partai yang lolos PT.

Berikut ini hasil survei Litbang Kompas:
PDIP: 29,9%
Gerindra: 16%
PKB: 6,3%
Golkar: 6,2%
Demokrat: 4,8%

Parpol dengan elektabilitas di bawah 4 persen menurut survei Litbang Kompas Hanura saat ini berada di angka 1,0% sedangkan dari survey tersebut, yang menyatakan Belum tahu/rahasia: 20,4%. (CW1)

Insert Foto: Elza Astari Retaduari-detikcom

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here