Husni Tamrin Sebut Kasusnya Dipaksakan

0
74

BengkuluKito.Com, – Terdakwa Husni Tamrin dalam kasus korupsi Jalan Nanti Agung Kabupaten Seluma menyebutkan ada hal yang dipaksakan terkait dengan penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Menurutnya, dalam kasus ini tidak ada barang bukti baru yang dicantumkan di surat dakwaan. Selain dari itu, alat bukti yang menetapkan dirinya sebagai tersangka sudah diuji berulang kali.

“Empat kali persidangan alat bukti tersebut mengatakan saya tidak terbukti. Pada saat proses lelang proyek itu, saya masih berstatus sebagai masyarakat biasa. Bagaimana saya mempengaruhi panitia lelang,” jelasnya, Selasa (23/10/2018) usai sidang di Pengadilan Tipikor Kota Bengkulu.

Kata Husni, kasus ini mulai diusut tahun 2013, dan kasus ini sudah naik 4 kali ke persidangan.

Di tahun 2018, sambung Husni dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Sementara, alat bukti terdakwa sebelumnya dalam kasus ini sudah diuji.

“Saya melihat dalam kasus ini ada hal-hal yang dipaksakan. Saya harap masyarakat bisa menilai. Saya tidak mengatakan saya dizolimi dan lain sebagainya, biar masyarakat yang menilai. Dalam kasus di tahun 2013 ini, sekarang saya ditetapkan sebagai tersangka dengan alat bukti dakwaan sebelumnya dalam kasus tersebut,” demikian Husni Tamrin. (CW3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here