Perjuangkan Hak Wali Murid SDN 7 Kota Bengkulu, Ibu Rumah Tangga Malah Jadi Terdakwa

1
744

BengkuluKito.Com,- Perkembangan Laporan dugaan Pungli terhadap SDN 7 Kota Bengkulu ke DPRD Kota Bengkulu telah masuk babak baru. Seorang ibu rumah tangga yang berinisial ISM juga merupakan Wali murid SDN 7 Kota Bengkulu justru duduk di kursi pesakitan sebagai Terdakwa di Pengadilan Negeri Bengkulu (22/10/2018) dalam dugaan tindak pidana pencemaran nama baik Kepala Sekolah.

Sidang yang digelar pada Pukul 14.00 WIB tersebut, diawali dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Rahmi Gustiani,SH,MH. dan Terdakwa didampingi oleh Kuasa Hukum dari kantor USIN SEMBIRING & Associate yakni Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH, Haffiterullah,SH, Aan Julianda,SH,MH dan Theo Reffelsen,SH.

Dalam isi dakwaannya, JPU menjelaskan pristiwa pencemaran nama baik Kepala Sekolah SDN 7 Kota Bengkulu Saksi Priyanti Yuliana berawal dari adanya informasi dari Saksi Dwi Haryanti,S.Pd menghubungi Saksi Priyanti menyampaikan “Bunda, SD kito masuk RBTV” lalu dijawab oleh Saksi Priyanti “Iyolah, kito tengok besok, apo kendak orang itu”.

JPU Sri Rahmi Gustiani,SH,MH melanjutkan membaca dakwaannya, keesokan harinya pada tanggal 24 April 2018 sekira pukul 08.00 WIB Saksi Dwi Haryanti,S.Pd mengirimkan gambar Koran Bengkulu Sekspress melalui pesan singkat Whatsapp kepada saksi Priyanti yang berjudul “Desak Kepsek SDN 7 Dicopot”.

Lalu Jaksa Sri kemudian membacakan kutipan di Koran Bengkulu Ekspress, dan dalam dakwaannya berlanjut pada saat setelah saksi Priyanti membaca isi koran tersebut, selanjutnya pada tanggal 25 April 2018, Saksi Priyanti pergi ke Dinas Pendidikan Kota Bengkulu untuk memberitahu bahwa SD Negeri 7 Kota Bengkulu dituduh mengadakan pungutan liar.

Kemudian JPU membacakan lagi didalam Dakwaannya menjelaskan, Akibat kejadian ini Saksi Priyanti selaku kepala sekolah SDN 7 Kota Bengkulu merasa nama baik saksi dicemarkan sehingga saksi Priyanti melaporkan ke pihak berwajib dan dihadapan majelis hakim Jaksa Penuntut Umum mendakwa ibu rumah tangga ISM dalam 2 Pasal yakni Pasal 310 ayat (1) KUHP atau Pasal 311 ayat (1) KUHP tentang Pencemaran nama baik atau Fitnah.

Atas dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa, Hakim lalu menanyakan kepada Terdakwa ISM, dan Terdakwa menjawab mengerti. Lalu Hakim menanyakan kepada penasihat hukum apakah mengajukan Eksepsi ? lalu penasihat hukum Terdakwa Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH menjawab tidak mengajukan eksepsi.

Lalu sidang dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa sebanyak 5 orang yakni Mukhtar (ketua komite), Nur Azmi (Bendahara Pembangunan Mushallah), Tery (mantan honorer), Alhidayah (Sekretaris Panitia Pembangunan Mushollah) dan terakhir Guru SDN 7.

Saat usai sidang, Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH memberikan keterangan, menurutnya Ada sesuatu yang aneh dalam perkara ini, usin justru menilai perkara Pencemaran nama baik Kepala Sekolah SDN 7 ini sangat dipaksakan dan sumir, tidak bisa menjadi kategori pencemaran nama baik jika memang faktanya pungutan itu ada.

“Justru dari keterangan saksi-saksi tadi saya mencium aroma yang aneh, mengapa laporan pungutan itu tidak diproses oleh DPRD, Pemda Kota Bengkulu, Inspektorat, Kejaksaan Negeri atau Kejaksaan Tinggi, Kepolisian atau KPK ? padahal ada dugaan tindak pidana Korupsi dalam laporan warga ini” terang Usin Abdisyah Putra Sembiring,SH

Ditambahkannya, Jika terbukti bahwa pungutan itu melanggar aturan, maka gugur dugaan pencemaran nama baik ini. dan begitu juga jika tidak terbukti, maka pencemaran nama baik bisa dikenakan pada Terdakwa.

“ini kok malah justru warga yang menggunakan haknya dalam bentuk peran serta masyarakat, membela hak-hak warga untuk kepentingan umum, malah menjadi Terdakwa di persidangan ini” tutup Usin Abdisyah didampingi Relawan dan Pengurus DPW JPKP Propinsi Bengkulu yang saat itu juga hadir

Setelah pemeriksaan saksi-saksi lalu sidang akan dilanjutkan seminggu lagi tepatnya pada hari senin tanggal 29/10/2018 yang akan datang. (CW2)

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here